0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Edarkan Uang Palsu, Janda Cantik Ditangkap

merdeka.com
janda pengedar uang palsu (merdeka.com)

Timlo.net — Dewa Ayu Alit Prama Santi (30), hanya bisa menunduk lesu di hadapan penyidik Satuan Reskrim Polres Jembrana saat diinterogasi, Jumat (10/6). Janda cantik asal Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ini diamankan karena ketahuan mengedarkan uang palsu (upal).

Dia diamankan di temat kosnya yang berlokasi di Kelurahan Dauh Waru, Jembrana sekitar pukul 12.30 Wita.

“Kasus ini terungkap berkat laporan dari korban pemilik konter HP yang melaporkan ada seorang wanita muda membeli pulsa dengan menggunakan uang palsu,” terang Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, Jumat (10/6).

Pemilik konter yang bernama Putu Puspita Yanti (25), mengetahui uang yang diterimanya itu palsu setelah uang tersebut digunakan untuk membeli bensin di SPBU.

“Kejadian itu terjadi dua hari lalu sekitar pukul 14.30 wita. Saat itu pelaku berpura-pura membeli pulsa dan minuman di konter milik korban dengan menggunakan uang palsu,” ujar Sudarma Putra.

Dari laporan pemilik konter tersebut dilakukan penyelidikan dan berhasil menemukan dua orang korban uang palsu lainnya.

“Anggota kami kemudian melakukan pengecekan ke konter tempat pelaku membeli pulsa dan berhasil mendapatkan nomor HP pelaku karena saat membeli pulsa nomor HP pelaku tercatat di konter. Makanya pelaku langsung kita amankan,” tutur Sudarma Putra.

Kata dia, pelaku mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seorang napi pengedar uang palsu asal Banyumas yang menjalani hukuman di Rutan Negara.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang palsu sebanyak Rp 2.800.000, rokok Sampurna mild 18 bungkus, helm BMC warna putih, 3 masker yang sering dipakai untuk menutup wajah saat menukar uang, 1 sepeda motor beat warna hitam, 1 buah HP dan buku tabungan.

Kini pelaku diamankan di Polres Jembrana beserta barang bukti. Pelaku dijerat pasal 36 ayat 2 dan ayat 3 yo pasal 26 ayat 3 UU No 7/2011 tentang mata uang.

“Pelaku juga seorang residivis karena terlibat kasus penggelapan,” ujar Sudarma Putra.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge