0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gondol Harta Majikan, Buron Sebulan, PRT Ditangkap

merdeka.com
PRT bawa kabur harta majikan (merdeka.com)

Timlo.net — Seorang pembantu rumah tangga (PRT) Jumiah (47) harus berurusan dengan yang berwajib. Sebab warga Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah ini mencuri perhiasan milik majikannya dengan total nilai Rp 100 juta. Dia ditangkap pada Kamis (9/6) setelah sempat buron selama satu bulan.

Tersangka dibekuk saat berada di salah satu rumah saudaranya yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Demak dan Grobogan. Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit laptop, dua unit sepeda motor Vario Putih K 4144 NJ dan Verza K 3710 SZ. Kemudian sepasang cincin dan dua buah tas yang digunakan tersangka dalam menyimpan barang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengungkapkan, modus tersangka dengan memanfaatkan kelengahan majikannya. Untuk menyakinkan majikan, tersangka sebelumnya ikut sebuah yayasan penyalur PRT di Kota Semarang.

“Tersangka ini berkali-kali berpindah-pindah yayasan penyalur rumah tangga. Sudah tiga kali, terakhir di sebuah yayasan yang berada di daerah Plampitan Semarang. Sebelumnya ikut sebuah yayasan penyalur PRT di Karangayu dan Indrapasta. Ini dia lakukan supaya legalitasnya dan profesinya sebagai pembantu (PRT) dipercaya,” ungkap Burhanudin Jumat (10/6).

Sementara, korban adalah Mizar Yuniar (35) warga Jalan Ngesrep Barat V Nomor 49 Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dia mengaku perhiasan yang dicuri antara lain gelang, cincin, anting, berlian, dan logam mulia, serta sebuah laptop. Jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 100 Juta.

Kejadian ini pada hari Rabu (4/5) lalu, saat itu dirinya sedang menjemput anaknya ke sekolah.

“Saat itu hanya ada pembantu saya, Jumiah, yang baru sekitar dua minggu bekerja itu. Saat saya sampai di rumah, ternyata perhiasan-perhiasan saya di almari sudah tidak ada,” tuturnya.

Jumiah mengaku, mengetahui ada banyak perhiasan di almari kamar tidur majikannya saat bersih-bersih. Saat kondisi rumah sepi, Jumiah kemudian mengambil seluruh perhiasan yang ada. Setelah menggasak perhiasan dan barang berharga lainnya, pelaku kemudan kabur.

Sebagian perhiasan dijualnya di kawasan toko emas di Kranggan, Pasar Kohar, Kota Semarang. Jumiah sengaja menjual di bawah harga pasaran dan dijual di tukang timbang emas (kios kletekan) di pinggir jalan.

“Yang cincin, laku Rp 17,4 juta. Kemudian sebagian perhiasan lainnya saya simpan dengan cara dikubur di bawah pohon pisang di sekitar rumah, tapi hilang. Kalau uang hasil penjualan emas saya gunakan beli motor,” ujar tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka Jumiah dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge