0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Bebas MEA Untungkan Perajin Logam Tumang

Kerajinan logam di Tumang, Cepogo, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Keberadaan pasar bebas Masyarakat Ekonoi ASEAN (MEA) justru memberikan keuntungn bagi pengrajin logam di Desa Tumang, Cepogo, Boyolali. Keberadaan MEA selama ini juga tidak mempengaruhi permintaan ekspor.

“Justru permintaan ke luar negeri stabil, produk kita kan berani bersaing di luar negeri,” kata Manto (40), pemilik kerajinan logam PT Pamungkas, di Desa Tumang, Jumat (10/6).

Dijelaskan, keberadaan MEA justru memberikan keuntungan tersendiri bagi perajin. Dimana, perajin justru merasa bebas dalam memasarkan produknya ke luar negeri. Selama ini, produk kerajinan logam miliknya banyak dijual ke Australia, Jerman, Malaysia, Singapura dan sejumlah negara Eropa.

“Tiap bulan rata-rata kita kirim 3 kontainer ke luar negeri,” tambahnya.

Beberapa produk logam yang banyak peminatnya di luar negeri, wastafel, bak mandi, kubah, patung ukuran besar dan lampu hias, dengan omset mencapai Rp 400 juta. Rata-rata produk kerajinan tersebut dijual belasan juta rupiah hingga ratusan juta. Pembeli biasanya datang langsung ke Tumang.

“Pembeli dari luar negeri biasanya tertarik dengan desain yang unik, apalagi buatnya dengan cara tradisiona,itu kemenangan kita,” imbuhnya bangga.

Sementara untuk pasar lokal, biasanya ramai pesanan menjelang tahun baru. Pemesan kebanyakan dari intansi pemerintah. Untuk Desa Tumang sendiri terdapat 300 perajin logam, usaha ini sudah dilakukan turun menurun. Sedangkan untuk bahan logam didatangkan dari Jepang, Italia dan Bulgaria.

“Kita saat ini sampai kewalahan mencari pekerja,saking banyaknya perajin yang buka usaha sendiri,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge