0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Modus Penipuan Oknum Petugas Penyalur LPG 3 Kg

dok.timlo.net/nanang rahadian
Tes kebocoran gas LPG 3 Kg (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sejumlah oknum nakal nekat memanfaatkan celah retur (pengembalian) gas LPGiji 3 kg untuk mencari keuntungan. Mereka beralasan tabung gas yang diterimanya bocor dan takarannya berkurang.

“Oknum kru pengangkut mengaku, tabung gas bocor dan takaran berkurang, sehingga dikembalikan ke SPBE. Tapi setelah dicek, tidak bocor,” kata Kepala Operasional SPBE PT Wijaya Sarana Gasindo Wahyu Sulistyo, Jumat (10/6).

Wahyu mengaku, modus yang digunakan oknum itu adalah dengan melepas segel pada tabung, lalu menggunakan isinya selama beberapa waktu. Setelah isi berkurang, segel kembali dipasang dan tabung dikembalikan ke SPBE dengan alasan bocor.

Modus lainnya, tabung kosong dipasangi segel yang masih utuh, lalu dikembalikan ke SPBE dengan alasan bocor sehingga isinya habis.

“Kami sering menemukan hal seperti itu. Ulah oknum nakal yang mencari tambahan, dengan memanfaatkan celah retur,” jelasnya.

SPBE kemudian menerapkan prosedur untuk menekan jumlah retur. Di mana setiap tabung yang diretur, harus disertai surat retur yang ditandatangani dan distempel agen maupun pangkalan.

“Misalnya masyarakat yang mengembalikan biasanya ke pangkalan. Pangkalan ke agen. Nah, kalau pangkalan atau agennya resmi, pasti punya stempel. Pangkalan atau agen mengetahui kalau ada tabung yang diretur. Kalau oknum nakal yang melakukan, returnya tanpa surat berstempel, kadang kami tanya ini retur dari pangkalan mana, tidak bisa jawab,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge