0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bebaskan TKW dari Hukuman Gantung, Ini yang Dilakukan Pemerintah

dok.merdeka.com
Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Pengadilan Penang, Malaysia memvonis hukuman gantung terhadap buruh migran, Rita Kristianti (28), Senin (30/5). Hukuman dijatuhkan setelah perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur, tersebut tersandung kasus Narkoba di Negeri Jiran.

Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid mengungkapkan, putusan tersebut dikeluarkan oleh pengadilan tingkat 1. Sehingga upaya hukum yang bisa dilakukan untuk membela Rita saat ini selain mengajukan banding yakni mencari novum baru untuk dibuktikan dalam persidangan tingkat 2.

Novum yang dimaksud politisi Golkar ini merupakan fakta-fakta baru yang mendukung bahwa Rita adalah tumbal dari sindikat peredaran narkotika internasional.

“Kita selalu mengatakan bahwa dia dijebak. Nah sekarang lagi mencari novum yang benar-benar menyatakan dia dijebak. Novum itu bukan argumentasi tapi temuan fakta hukum baru,” terang Nusron saat ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (9/6) malam.

Nusron melanjutkan, upaya diplomasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri akan percuma. Sebab, saat ini persidangan baru di tingkat 2 setara Pengadilan Tinggi. Jika pun dipaksakan, hasilnya akan percuma, karena pemerintah Malaysia tidak bisa mengintervensi pengadilan. Selayaknya yang terjadi di Indonesia dimana pemerintah juga tidak bisa mengintervensi putusan pengadilan.

“Pemerintah Malaysia itu tidak bisa mengintervensi pengadilan. Apalagi pemerintah Indonesia, mengintervensi pengadilan di Malaysia,” ujar Nusron.

Menurutnya, yang bisa melakukan diplomasi tersebut adalah kepala negara yakni Presiden Joko Widodo. Itu pun hanya bisa dilakukan jika sudah mencapai putusan akhir setara kasasi, bukan di tingkat banding.

“Karena di Malaysia kepala negaranya raja, maka nanti kita minta tolog pada Raja tapi itu nanti ujungya. Kalau sudah mentok. Kalau untuk saat ini perjuangannya sampai pada level mencari novun baru,” jelasnya.

Untuk diketahui, Rita Krisdianti merupakan mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong yang telah bekerja selama dua tahun menjadi pembantu. Selain itu dia ke Makau dan tinggal di sebuah rumah kos milik IW dan berkenalan dengan dua orang, ES dan RT.

Dua orang ini menawari Rita untuk bekerja sama berjualan kain dan meminta Rita ke Thailand melalui New Delhi guna mengambil barang titipan.

Saat hendak kembali ke Thailand melalui Penang, Malaysia, Rita ditangkap petugas Bandara Internasional Bayan Lepas pada 10 Juli 2013. Rita dijerat pasal 39B Akta Dadah Berbahaya (ADB) Tahun 1952, dengan ancaman hukuman gantung. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge