0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dibanjiri Penjual Kuliner Dadakan, Jalan Merbabu Macet

dok.timlo.net/nanin
Pedagang di Jl Merbabu Boyolali ditata (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Muculnya penjual kuliner dadakan selama bulan Puasa di Jl Merbabu, Boyolali, mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut menjadi macet. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, tim gabungan melakukan penataan pedagang.

“Mulai hari ini hanya lajur kiri yang boleh untuk berjualan, lajur kanan tidak boleh, karena khusus untuk arus kendaraan,” kata Kabid Pengelolaan dan Pengambangan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali, Tri Harjono, Kamis (9/6).

Pengosongan lajur kanan di Jl Merbabu, ungkap Tri, agar pengguna jalan lainya tetap bisa melintas. Diakui, sebelum dilakukan penataan, Jl Merbabu macet. Penjual kuliner dadakan dan pembeli berbaur menjadi satu, akibatnya arus lalin menjadi macet.

“Lokasi berjualan kita batasi dengan barrier, “ tambahnya.

Salah satu pedagang kolak dan sayuran, Dwi Agus (44)  semula menolak bergeser ke lajur kiri dimana sebelumnya berjualan di lajur kanan. Di lokasi jualannya dulu, ada tempat duduk dan lebih nyaman. Namun setelah dibujuk petugas, akhirnya Agus mau pindah ke lajur kiri.

“Ya mudah-mudahan rejekinya sama saat berjualan di sisi kanan,” ungkapnya tersenyum.

Penjual kuliner di Jl Merbabu biasa berjualan saat bulan Puasa. Pada hari biasa, jumlah PKL yang berjualan di Jl Merbabu dan terdata di Disperindag  sebanyak 25 hingga 35 pedagang. Namun saat bulan Puasa, jumlahnya berlipat tiga. Penjual kuliner dadakan ini biasa berjualan dari pukul 15.00 WIB hingga malam hari.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge