0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Insiden Undangan kepada KPK Hanya Salah Ketik

Salah tulis undangan (merdeka.com)

Timlo.net – Kementerian Dalam Negeri melakukan kesalahan dalam menulis surat undangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Oleh Kemendagri, singkatan KPK tertulis ‘Komisi Perlindungan Korupsi’.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri Kemendagri, Soedarmo menyatakan insiden itu murni salah ketik. Tidak ada sabotase seperti disebut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Beliau mungkin awalnya menyatakan itu, tapi setelah kita lakukan pemeriksaan, kronologinya itu human error,” ungkap Soedarmo, Kamis (9/6).

Dalam pengetikan surat menyurat, Kemendagri memiliki staf administrasi untuk mengurusnya. Kesalahan itu diyakini terjadi karena pihaknya ingin mempercepat waktu pengiriman dengan mempekerjakan tenaga bantu, atau outsorce.

Saat proses pengetikan, terjadi penambahan jumlah alamat yang akan dikirimi surat oleh Kemendagri. Di saat bersamaan, tidak terjadi pengecekan ulang dan pengawasan terhadap seluruh tenaga bantu.

“Surat yang dikirim itu banyak, yang mengerjakan ini pada saat itu stafnya tidak ada di tempat. Ada penambahan alamat,” ungkapnya.

Soedarmo melanjutkan, tidak ada informasi rahasia dalam surat yang disampaikan kepada KPK tersebut.

“Surat biasa, surat informasi dari Kemendagri,” tandasnya.

Sebelumnya, Tjahjo mengaku sudah mengambil tindakan terhadap staf dalam insiden surat ‘Komisi Perlindungan Korupsi’. Dia meyakini ada pihak dalam yang sengaja melakukan ini.

“Insiden salah ketik surat Kemendagri ‘Komisi Perlindungan Korupsi’, ini merupakan sabotase di dalam Kementerian. #InsidenSurat,” tutur Tjahjo seperti dikutip dalam akun twitternya.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge