0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertamina Bongkar Kecurangan SPBU

merdeka.com
SPBU nakal (merdeka.com)

Timlo.net – Kecurangan di SPBU saat pengisian Bahan Bahar Minyak (BBM) masih saja terjadi. PT Pertamina membeberkan cara kerja mesin dispenser pengisian BBM. Satu mesin dispenser pengisi dibongkar dan perlihatkan sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang cara kerja mesin dispenser BBM yang benar.

Hal ini juga sekaligus untuk menjawab keraguan masyarakat terkait kejadian beberapa waktu lalu di SPBU Rempo dengan kode 34-12305 yang melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran bensin.

“Secara garis besar, bagian dispenser ini ada dua. Pertama adalah dispenser itu sendiri, (kotak) yang berada di stasiun pengisian. Dan tangki timbun. Enggak kelihatan, karena di bawah tanah,” tutur Supervisor SPBU 34-12301, Wiratno, Kamis (9/6).

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, pihak SPBU menampilkan sebuah mesin dispenser BBM buatan Amerika yang telah dibuka bagian bodi penutupnya untuk memperlihatkan mesin-mesin di dalam dispenser. Pada bagian pertama, pihak SPBU menunjukkan sebuah mesin penghisap cairan BBM dari tangki pendam yang terhubung dengan pipa spiral.

Pihak SPBU kemudian menjelaskan cara kerja mesin dispenser tersebut dengan mengangkat nozzle atau ujung selangnya. Bunyi putaran yang berasal dari dinamo pompa akan menandakan jika mesin sudah bekerja.

Setelah itu, secara otomatis cairan BBM akan naik ke alat penakar yang disebut selenoid valve untuk menerima pembelian.

“Perintah pembelian ada dua. Biasanya kalau kita membeli kita menyebutkan nominal harga atau takaran liter. Itu yang di-input ke dalam perintah pembelian,” kata dia.

Dari selenoid valeve, cairan BBM akan mengalir melalui flowmeter alias alat pengukur aliran dan turun terus ke selang BBM. Saat tuas pada nozzle ditarik, maka cairan bensin tadi akan keluar dan mengalir.

Saat nozzle melakukan pengisian, tongkat totalisator yang ada di atas flowmeter juga akan bergerak bersama dengan nominal yang ditentukan. Setelah pengisian sesuai dengan nominal yang ditentukan, maka flowmeter akan berhenti bekerja secara otomatis.

Senior Sales Representatif Pertamina Wilayah Jakarta Selatan, Awan Raharjo menyebut, kasus kecurangan yang selama ini terjadi di SPBU disebabkan karena bagian flowmeter kerap di ubah-ubah oleh oknum SPBU.

“Yang terjadi di meteran muncul angka yang sesuai dengan perintah pembelian yang di-input, tapi takaran yang diterima tidak sesuai. Kalau ada masyarakat yang menemukan kecurangan di lapangan agar segera melaporkan,” tandasnya.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge