0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Gadis yang Diduga Mau Dijual Berhasil Dibebaskan

dok.timlo.net/heru murdhani
Korban bersama Ketua SARI Mulyadi (tengah) dan paman korban, Sugito (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Social Analysis and Research Institute (SARI) bekerjasama dengan Polres Karanganyar membebaskan dua orang perempuan asal Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, NTB, dari dugaan perekrutan ilegal dan dugaan perdagangan manusia. Kedua orang yang diketahui bernama Alsa Mutmah Inna (18) dan Ria Febriani (22) ini dibebaskan dari sebuah rumah di Jl Mandala V RT 03/ RW 07, Jumo, Jaten, Karanganyar, Selasa (7/6).

“Saya dihubungi oleh paman korban, yang curiga dengan keberadaan korban, sebab korban yang masih bisa menggunakan alat komunikasi, berupaya menghubungi pamannya yakni Sugito,” ungkap Ketua SARI, Mulyadi, Kamis (9/6).

Saat jumpa pers di kantor SARI, di Jalan Markisah IV no 6 Karangasem Solo, kedua korban dengan didampingi Mulyadi dan Sugito menceritakan kronologi kejadian yang menimpa dirinya. Awalnya korban diajak oleh seorang petugas lapangan dari perusahaan jasa penyalur TKI, PT Sekar Tanjung Lestari, bernama Syaif Hamdan untuk bekerja di Singapura dengan iming-iming gaji sekitar Rp 6 juta perbulan.

“Karena memang butuh uang, saya mau untuk diajak kerja ke Singapura,” kata Alsa Mutmah Inna.

Pada tanggal 4 Juni 2016 sekitar pukul 12 malam, mereka berdua dijemput oleh Syaif Hamdan dan dibawa ke PT Sekar Tanjung Lestari, dan diinapkan di Kantor PT Sekar Tanjung Lestari, Sumbawa Besar.

Pada tanggal 5 Juni 2016 jam 06.40 WIT mereka berdua bersama saudara Syaif Hamdan berangkat menuju Lombok melalui Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa Besar. Setiba di Bandara Internasional Lombok Mereka berdua disuruh berangkat menuju Surabaya dengan menggunakan pesawat Lion Air, sedangkan Syaif Hamdan menggunakan pesawat lain menuju ke Jakarta.

“Saya dikatakan akan ada yang menjemput di Surabaya,” katanya.

Setiba di Bandara Juanda Surabaya, mereka berdua dijemput oleh seorang laki laki yang bernama Agus diantar ke Bus Damri. Di dalam Bus Damri telah menunggu pelaku lain bernama Sani, kemudian mereka berdua menuju ke Terminal Purbaya Surabaya dan selanjutnya menuju ke Solo pada pukul  20.00 WIB.

Sesampai di Solo, mereka berdua diserahkan oleh Sani kepada Candra dan dibawa ke sebuah rumah yang beralamat di Jalan Mandala V RT 03/ RW 07 Jumo, Jaten, Karanganyar.

“Besoknya saya memberi tahu Bibi saya, yang lalu disampaikan kepada paman Sugito.” kata dia.

Sugito yang mendapatkan informasi tersebut merasa curiga, dan berupaya untuk bisa berkomunikasi dengan korban. Kemudian secara intensif dirinya bekoordinasi dengan Mulyadi untuk proses pembebasan keponakannya itu.

“Informasi yang kami dapatkan saat itu keponakan kami ditempatkan di sebuah rumah di Jl Mangga V Jajar Solo. Namun setelah itu dipindahkan lagi ke Jl Mandala V RT 03/ RW 07 Jumo, Jaten, Karanganyar,” katanya.

Karena informasi awal korban berada di Solo, kemudian pada Selasa (7 Juni 2016), Mulyadi bersama staf SARI melaporkan dan berkoordinasi dengan Kanit PPA Polresta Solo untuk melaporkan kasus ini dan berkoordinasi tindakan selanjutnya. Namun setelah dipastikan keberadaan korban ada di wilayah Kabupaten Karanganyar, pihak Polresta Solo berkoordinasi dengan PPA Polres Karanganyar untuk tindakan lanjut penanganan.

“Setelah itu diadakan penggerebegan, dan memang benar, kedua korban ada di dalam rumah tersebut,” kata Sugito.

Kedua korban kemudian diamankan dan dibawa ke kantor Polres Karanganyar untuk pemberkasan. Polres Karanganyar saat ini sedang mendalami motif dugaan tindak pidana penjualan manusia ini.

“Saat ini korban telah berada dalam kondisi stabil dan siap untuk dipulangkan ke kampung halaman mereka. Namun saat ini kepulangan mereka masih terkendala dana,” kata Mulyadi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge