0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Long Bumbung Cara Unik Menunggu Buka Puasa

dok.timlo.net/tarmuji
Anak-anak Dusun Danan, Desa Sendang Agung, Giriwoyo asyik bermain long bumbung (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Suara dentuman berulang-ulang mengundang kerumunan bocah-bocah di Dusun Danan, Desa Sendang Agung, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri semakin riuh berkumpul memadati pekarangan rumah milik warga setempat.

Bukan dinamit ataupun petasan, namun suara dentuman itu berasal dari sebuah mainan yang terbuat dari batang bambu. Permainan itu kerap disebut long bumbung. Bermodalkan minyak tanah dan korek api, suara dentuman terpantul memekakkan genderang telinga.

Long bumbung menjadi hiasan di saat bulan Ramadan, baik saat menunggu buka puasa atau selepas shalat subuh. Permainan ini konon sudah ada sejak lama.

“Ini kan murah, Mas, daripada beli petasan kan mahal,” celetuk Amir, salah satu bocah asal dusun setempat, Kamis (9/6).

Kegiatan ini menurutnya rutin dilakukan di saat bulan Ramadan. Terlebih saat libur sekolah seperti ini. Bersama lima rekannya, seakan-akan suara dentuman long bumbung mereka saling beradu kuat.

“Ini kami membuat sendiri, bahannya (bambu) kami meminta kepada tetangga. Kalau minyak tanah beli. Kan selama bulan Puasa tidak jajan, jadi bisa buat beli minyak tanah,” ujarnya.

Cara pembuatan long bumbung sendiri terbilang mudah, cukup menggunakan batang bambu pilihan yang dipotong sepanjang satu meter. Sekat-sekat di dalam batang bambu itu kemudian dibersihkan dan disisakan sekat penutup paling belakang.

“Sekat ini fungsinya untuk penahan minyak tanah, kemudian bagian atas diberi lubang kecil yang berguna sebagai sumbu picu, jadi ketika kita menyulutnya, api akan menyambar minyak tanah yang ada di dalam bambu dan menimbulkan bunyi ledakan keras,” katanya.

Nampak kecerian wajah bocah-bocah dusun ini, manakala bedug Maghrib terdengar dari mushola kampung pertanda waktu berbuka puasa telah tiba. Bahkan, di pagi buta selepas shalat subuh, suara dentuman long bumbung ini bersahut-sahutan memenuhi langit.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge