0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jenazah TKI Dipulangkan dari Malaysia, Diduga Dibunuh

Ilustrasi mayat (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Trenggalek, Jatim, Imam Shodiq (20) diduga dibunuh ditemukan mengapung di tempat penampungan air di dekat tempat kerjanya di Johor Baru, Malaysia, pada 13 Mei 2016 kini sudah di pulangkan ke rumah keluarganya di Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek pada Rabu (8/6) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Kabar kematian Imam Shodiq yang baru setahun mengadu nasib sebagai TKI di Malaysia itu diketahui pihak keluarga, setelah mendapat kabar dari teman korban sesama TKI di Malaysia pada 5 Juni lalu.

Pihak Kementerian Luar Negeri memulangkan jenazah Imam Shodiq (20) melalui proses yang panjang, lantaran jasad korban harus di periksa oleh kepolisian setempat.

“Proses pemulangan membutuhkan waktu yang lama karena masih harus menunggu pemeriksaan forensik dari Kepolisian Diraja Malaysia atas dugaan pembunuhan kasus ini,” kata Staf Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jatim Arif Widyo Harjono usai serah terima jenazah dengan keluarga korban di Trenggalek, Kamis (9/6).

Keluarga dan ratusan pelayat menyambut kedatangan jenazah, hingga dimasukkan ke dalam rumah duka, lalu disalatkan dan dikebumikan di pemakaman umum desa setempat dini hari itu juga.

“Kami tidak berkompeten untuk memberi pernyataan terkait penyebab kematian korban, tapi yang jelas dugaan sementara karena pembunuhan dan kasusnya masih diselidiki kepolisian Diraja Malaysia,” papar Arif.

Selaku staf atau perwakilan Disnakertranduk Jatim, Arif Widyo Harjono mengaku hanya ditugaskan untuk mengawal sekaligus mendampingi pemulangan jenazah Imam Shodiq oleh pihak Kemenlu Indonesia.

Lain-lain terkait proses hukum serta santunan ataupun asuransi TKI, sepenuhnya diserahkan pihak Kemenlu yang mengurus pemulangan jenazah Imam Shodiq sejak kasus pembunuhan terjadi di wilayah Johor Baru, Malaysia pertengahan Mei 2016 lalu.

“Kami belum bisa memastikan apakah almarhum Imam Shodiq ini bisa menerima asuransi TKI atau tidak, karena dia masuk Malaysia secara ilegal atau tidak melalui prosedur ketenagakerjaan yang benar,” ujarnya.

Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya mengungkapkan, bahwa TKI Imam Shodiq meninggal akibat benturan atau tumbukan benda tumpul pada bagian dada serta cekikan pada leher. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge