0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perbaikan Insfrastruktur di Tanjung Lesung Dikebut

www.tanjunglesung.com
(www.tanjunglesung.com)

Timlo.net – Tanjung Lesung, Banten, menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan tanah air. Pemerintah menyiapkan lahan untuk membangun bandara tingkat internasional di kawasan itu.

Tim Percepatan Destinasi Tanjung Lesung, Ida Irawaty mengungkapkan, pembangunan bandar udara dirasa sangat penting, karena perjalanan darat dari Jakarta memakan waktu 2-3 jam. Selain itu banyak wisatawan mancanegara yang memilih jalur udara menuju kawasan tersebut.

“Pembangunan jalan tol sampai sekarang prosesnya terus dikebut. Yang kedua bandar udara pandeglang, kami sedang minta peningkatan bandara dari 3E ke 4E. Jadi yang kita kebut bukan hanya amenitas saja, tapi aksesibilitas juga,” ujar wanita yang telah 20 tahun bergelut di dunia pariwisata ini.

Selain itu, Ida juga mengatakan kalau pihaknya saat ini sedang berusaha untuk menjadikan pelabuhan Tanjung Lesung sebagai pelabuhan pariwisata. Jadi nantinya, kapal-kapal wisata berbendera asing bisa langsung bersandar di pelabuhan Tanjung Lesung tanpa harus merapat terlebih dahulu di pelabuhan barang Pandeglang.

Hal ini menurut Ida sangat penting, karena sebagai objek wisata yang menyuguhkan objek wisata bahari, tanjung lesung harus bisa memberikan akses yang mudah kepada para wisatawan yang biasa melakukan perjalanan wisata melalui jalur laut.

Karena hal tersebut hubungannya akan sangat erat dengan event-event internasional yang akan berlangsung di Tanjung Lesung.

“Terus pelabuhan pariwisata, jadi kapal dengan bendera asing seperti yacht bisa langsung bersandar di tanjung lesung. Kalau sudah begitu nantinya akan sangat berdampak sangat signifikan dengan wisatawan asing yang masuk,” ujar Ida.

“Tapi nanti pelabuhan tanjung lesung ini khusus untuk masuknya wisatawan. Sedangkan untuk cargo dan barang-barang yang masuk nantinya lewat pelabuhan pandeglang. Jadi pelabuhan tanjung lesung menjadi pelabuhan khusus pariwisata,” imbuhnya.

Ida juga mengungkapkan kalau pihaknya juga berencana untuk kembali mengaktifkan jalur transportasi kereta api. Dengan jalur kereta yang sudah ada saat ini, menurutnya akan sangat mubazir bila sarana tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan pariwisata.

“Selain itu kami juga akan mengaktifkan lagi akses kereta api. Karena kan jalurnya sudah ada, jadi kita berencana untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api ini. Karena ini kalau aktif kan bisa jadi sarana pendukung untuk akses ke titik-titik utama di tanjung lesung,” jelas dia.

“Yang jelas semua ini terus kami kebut untuk bisa memenuhi target 1 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019,” tambah dia.

Sebelumnya, dalam perjalanannya ke Korea Selatan, Menteri Parwisata Arief Yahya juga berhasil meyakinkan salah satu perusahaan raksasa Korea untuk berinvestasi di Tanjung Lesung. Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp. 6,5 triliun pun dikucurkan untuk membangun sejumlah sarana pendukung di wilayah wisata Tanjung Lesung. (*)

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge