0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Ancaman Hukuman Pemerkosa Bocah SD Jatinom

Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Klaten, Slamet Haryadi (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten membenarkan sidang kedua kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang menimpa bocah kelas VI SD asal Kecamatan Jatinom, Rabu (8/6), di Pengadilan Negeri (PN) Klaten ditunda.

“Sidang perdana sudah dimulai Senin (6/6) kemarin. Rencana hari ini┬átadi juga mau sidang tapi karena Ketua Majelis (hakim) sakit maka ditunda, dilanjutkan besok (Kamis, 9/6),” ujar Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Klaten Slamet Haryadi, Rabu (8/6).

Diterangkan, kasus pemerkosaan yang terjadi pada 11 Mei lalu tersebut menyeret tujuh terdakwa yang masih berusia dibawah umur. Adapun berkas perkara akan dipecah menjadi tiga berkas.

“Berkas kami pisahkan untuk memudahkan proses persidangan,” terang dia saat ditanya pemisahan berkas perkara menjadi tiga.

Ditambahkan, ketujuh terdakwa terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan. Adapun keenam laki-laki tersebut berinisal S, RG, MHN, YS, EGA, RIA, dan perempuan berinisial DF yang tidak dilakukan penahanan. Mereka akan dijerat dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

“Ancaman tertinggi 15 tahun. Tapi karena anak-anak (ancaman) separuh orang dewasa, tertinggi 7,5 tahun. Tapi kita lihat, apakah ada (unsur) pemberatannya apa enggak,” ucap Slamet saat dihubungi wartawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge