0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas, Gelombang Tinggi Sebabkan Rob di Pantai Selatan

merdeka.com
ilustrasi gelombang tinggi (merdeka.com)

Timlo.net – Sepanjang pesisir selatan Indonesia diterjang banjir rob. Kawasan ini meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Peristiwa tersebut terjadi merata karena adanya gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan selatan.

Kepala kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengemukakan fenomena tersebut terjadi karena adanya gelombang tinggi di wilayah perairan. Diprediksi, peristiwa gelombang tinggi akan terus terjadi hingga 9 Juni 2016.

“Gelombang tinggi masih akan terjadi hingga 9 juni 2016. Saat ini gelombang tinggi di perairan mencapai empat meter, sedangkan di samudera Hindia bisa mencapai enam meter,” ucapnya saat dihubungi, Selasa (8/6).

Ia mengemukakan, gelombang tinggi tersebut terjadi karena adanya tekanan rendah di barat daya pulau sumatera dan juga tekanan tinggi di barat Benua Australia yang mengarah ke perairan selatan Indonesia.

“Hasilnya, pada saat ini rob terjadi merata di seluruh wilayah selatan Indonesia, mulai Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara,” ujarnya.

Diakui Teguh, sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini kepada nelayan dan pengguna lalu lintas air. Dalam peringatan dini yang dikeluarkan Stasiun Meteorolgi BMKG Cilacap disebutkan gelombang tinggi mulai terjadi sejak 6 Juni 2016 hingga 8 Juni 2016.

“Saat ini gelombang tinggi menyebabkan rob di daratan yang langsung bersentuhan dengan laut, seperti di wilayah pesisir Cilacap,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Try Komara mengemukakan banjir rob menggenangi permukiman warga di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan.

“Banjir rob menyebabkan tanggul jebol karena abrasi. Ketinggian air mencapai 60 meter, sehingga memasuki rumah warga dan areal persawahan warga,” ucapnya.

Warga di sekitar pesisir, jelas Tri, berharap adanya penguatan tanggul di wilayah Teluk Penyu akibat abrasi. Selain itu, pengungsi sementara ditempatkan di balai RW 04 dan dipersiapkan dapur umum, ucapnya.

Peristiwa rob tersebut, terjadi sekitar pukul 08.00 Wib dan mulai surut pada pukul 13.00 Wib. Hingga kini, pihak BPBD Cilacap belum menghitung kerugian yang diderita warga. Sedangkan, proses evakuasi masih berjalan.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge