0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Oknum Polisi Penganiaya Jalani Kurungan, Kapolres : Enggak Ada yang Kebal

timlo.net/aditya wijaya
Kapolres Klaten AKBP Faizal (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Oknum anggota polisi yang terlibat kasus penganiayaan sudah dijatuhi hukuman. Hal itu menyusul laporan Supardi (51) warga Dukuh Gambiro RT 01/06, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat atas ulah penganiayaan Aiptu Malawat pada 14 Februari 2016 lalu.

“Nanti kita ajukan ke Kejaksaan ke Pengadilan. Kalau (sidang) disiplinnya sudah,” kata Kapolres Klaten AKBP Faizal, Senin (6/6).

Ditegaskan, kasus yang melibatkan anggotanya itu sudah diproses sesuai aturan. Bagi anggotanya yang melakukan perbuatan tercela, tidak ada yang kebal di mata hukum. Namun demikian, pihaknya tidak akan menghalangi jika ada upaya damai dari kedua pihak.

“Kalau menganiaya orang apalagi polisi, ya kita hukum. Enggak ada yang kebal. Tapi kalau nanti dalam proses ini ada upaya damai, ya nanti tergantung,” tegas kapolres.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Propam Polres Klaten, Ipda Nahrowi. Oknum tersebut sudah menjalani sidang disiplin pada 25 Mei lalu.

“Sudah sidang disiplin. Sanksinya berupa Patsus (penempatan khusus) alias kurungan 14 hari,” ujarnya, Selasa (7/6).

Sementara itu, penasihat hukum korban, Prapto Wibowo sudah mengetahui hukuman tersebut. Namun sanksi 14 hari kurungan dan penundaan kenaikan gaji selama enam bulan tersebut, menurut dia, hanya berdasarkan unsur perbuatan tidak menyenangkan saja. Tidak diikuti unsur tindak pidana penganiayaan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge