0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komplotan Pembobol Wesel Instan Dicokok Polisi

dok.timlo.net/tarmuji
Tersangka penipuan dan pemalsuan KTP diamankan di kantor polisi (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Enam komplotan sepesialis pembobol wesel instan dicokok jajaran Satreskrim Polres Wonogiri. Di hadapan petugas, para pelaku ini mengakui perbuatannya, bahkan mereka juga mengaku telah beraksi puluhan kali dengan modus yang sama.

“Modusnya,para pelaku ini memalsukan data otentik kartu tanda penduduk (KTP) penerima wesel instan, seolah- olah mereka ini anggota keluarga yang berhak menerima kiriman uang,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Selasa (7/6).

Sasaran mereka yakni para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi. Namun belum sempat menikmati hasil kejahatannya, komplotan ini keburu digulung jajaran Satreskrim Polres Wonogiri.

“Pelaku ini sebelumnya sudah mengetahui nomor PIN wesel instan yang dikirim TKI, jadi mereka hanya tinggal melengkapi syarat lainnya yakni KTP penerima, maka mereka kemudian memalsukan KTP seolah- olah sebagai penerima,” ujarnya.

Keenam pelaku ini yakni HT (34) warga Megamendung RT02/RW06 Desa/ KeIurahan Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jabar, AN (22)  warga Kampung Babakan RT02/ RW03 Desa / Kelurahan Cisalada, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jabar, HS (31) warga Kampung Muara Bahari RT13/RW 12 Kelurahan  Tanjungpriuk, Tanjungpriuk, Jakarta Utara, DHP (19) warga Kampung Dekeng RT001/RW 009 Desa/ Kelurahan Genteng, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, AP (42) warga  Kampung Babakan RT005/RW005 Desa/Kelurahan. Talikolot, Kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, ARM (32) warga Kampung Sima Galih RT04/RW02 Desa/Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor, Jabar.

Awal kasus ini terungkap karena adanya laporan pihak kantor Pos Cabang Wonogiri, yang curiga dengan tanda tangan pada KTP penerima wesel instan pada Selasa (31/5) lalu. Atas laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Polisi berhasil membekuk komplotan penipu ini didua lokasi yang berbeda. Mereka dijerat dengan  pasal 253 dan 264 KUHP. “Dari hasil pengembangan kasus,akhirnya enam pelaku ini berhasil kita bekuk,dua kita tangkap di Wonogiri sedang empat pelaku kita tangkap di Eromoko,” tandas Kapolres.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge