0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sunday Market, UPTD Dinilai Belum Paham Penarikan Retribusi

Sunday Market Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pasca bergulirnya masalahan pengelolaan retribusi PKL Sunday Market Manahan, kini UPTD Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Solo berupaya untuk melakukan penarikan retribusi secara langsung. Penarikan retribusi tidak melibatkan pihak ketiga yakni Paguyuban Sunday Market Manahan.

Meski begitu, kalangan legislatif masih menemukan adanya penyimpangan Perwali No 426 tahun 2013 tentang pelaksanaan sewa lahan senilai Rp 2.500 per meter persegi. Mereka menemukan praktek bahwa pedagang yang menyewa lahan untuk berjualan seluas 8 meter diberikan karcis hanya 4 lembar. Padahal, petugas retribusi memberikan karcis sebanyak 8 lembar dengan pendapatan Rp 20.000 dengan luasan 8 meter tersebut.

“Lalu sisa karcis yang empatnya lagi mau dikemanakan. Apakah  dijual ke pedagang lain, ini sudah bentuk kecurangan. Harusnya, kalau bayar Rp 20.000, ya berikan delapan karcis. Bukan cuman empat,” tandas Anggota Komisi III DPRD Solo, Siti Muslikah, Senin (6/6).

Tak hanya itu, dirinya yang sempat mendatangi Stadion Manahan (area Sunday Market), Minggu (5/6), juga mengaku terkejut lantaran penarikan retribusi tiap pengunjung masuk ditiadakan. Menurut salah seorang penjaga yang bertugas, masih terdapat ketidakpastian instuksi dari pengelola Stadion Manahan.

“Di aturan kan jelas, pengunjung Sunday Market tidak dipungut biaya masuk stadion, kecuali parkir kendaraan bermotor. Lha, ini kok malah ada tarikan tiap masuk Rp 500/orang. Ini siapa yang mengusulkan seperti itu?” tandas Siti.

Mendengar temuan tersebut, Kepala UPTD Sarpras Disdikpora Solo, Heru Prayitno berjanji akan melakukan koordinasi dengan jajarannya. Dirinya mengakui bahwa koordinasi internal yang dilakukan belum sempurna. Sehingga terjadi salah persepsi antara pengelola dan pelaksana.

“Nanti akan kami lakukan evaluasi menyeluruh terkait temuan tersebut,” jelasnya singkat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge