0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kurang Layak, Enam Pasar Tradisional bakal Direhab

dok.timlo.net/nanin
Pasar Sambi terlihat kumuh, pembongkaran menunggu pedagang pindah ke pasar darurat (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tahun ini, Disperindag Boyolali bakal merehab enam pasar tradisional. Rehab dilakukan setelah mendapat suntikan dana dari pusat. Sedangkan untuk anggaran disiapkan belasan miliar rupiah. Rehab dilakukan karena kondisi keenam pasar kumuh dan tidak representatif lagi.

“Rehab dilakukan agar pasar lebih layak, masyarakat bisa nyaman melakukan kegiatan jual beli,” kata Kepala Disperindag Boyolali, Suyitno, Senin (6/6).

Keenam pasar yang bakal direhab, di antaranya Pasar Sambi senilai Rp 6 miliar, Pasar Selo Rp 1,8 miliar, Pasar Ngegot, Kecamatan Klego senilai Rp 1,5 miliar, Pasar Klego lanjutan tahun sebelumnya senilai Rp 2 miliar. Kemudian rehab Pasar Drajitan, Kecamatan Musuk senilai Rp 1,1 miliar dan Pasar Mongkrong, Kecamatan Wonosegoro senilai Rp 1,3 miliar.

“Semua kita bangun satu lantai, mengacu pada pembangunanpasar tradisional dengan lantai dua, ternyata banyak kios dan los yang tidak laku,” imbuhnya.

Untuk saat ini, lanjut Suyitno, pembangunan Pasar Sambi menjadi prioritas. Saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pasar darurat. Rencananya, pedagang pasar Sambi akan menempati pasar darurat Kamis (9/6) besok.

“Setelah pedagang boyongan, baru kita bongkar Pasar Ssambi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge