0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Solo Diminta Jeli Menjaring Wisatawan Mancanegara

dok.timlo.net/setyo pujis
Kunjungan wisatawan di Pura Mangkunegaran (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Meski Kota Solo tak memiliki kekayaan alam untuk dijadikan komoditas wisata, namun potensi besar terkandung di sisi wisata budaya. Tak menutup kemungkinan juga, Solo dapat dijadikan sebagai wisata buatan yang menggali unsur-unsur kedaerahan atau menciptakan sebuah kegiatan yang mampu menjadi magnet bagi banyak orang.

“Berdasar pada UU No 10/2009 tentang Pariwisata, destinasi sebuah tempat wisata dibagi menjadi tiga, yakni alam, culture (budaya) dan buatan. Solo, bisa dikembangkan menjadi wisata budaya dan buatan,” terang
Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Lokot Ahmad Enda, baru-baru ini.

Dikatakan, saat ini Indonesia sedang gencar melakukan branding kesejumlah negara terkait wisata yang dimiliki. Terdapat 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia yang ditawarkan, yakni Danau Toba (Medan, Sumatera Utara), Pantai Tanjung Kelayang (Bangka Kepulauan Belitung), Tanjung Lesung (Banten, Jawa Barat), Borobudur (Magelang, Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Taman Nasional Komodo (Flores, Nusa Tenggara Timur), Pulau Morotai (Maluku Utara), Mandalika (Lombok, Nusa Tenggara Barat) dan Kepulauan Seribu (Jakarta). Diharapkan, destinasi wisata unggulan Indonesia ini mampu bersaing dengan destinasi kawasan-kawasan lain yang turut ditawarkan oleh negara wisata dipenjuru dunia.

“Indonesia itu gak kalah kalau dari segi keindahan alam. Memang diakui infrastrukstur pendamping kawasan wisata masih kurang, tapi keindahan alam dan budaya tidak kalah dengan negara lain. Bahkan, masih unggul milik kita,” terang Lokot.

Terkait posisi Kota Solo sendiri, Lokot mengatakan, bahwa lokasi Solo masuk pada wilayah strategis yakni dikawasan Jawa Tengah. Solo terdongkrak dengan branding Candi Borobudur yang memukau mata wisatawan asing. Sehingga, Pemerintah Daerah/ Kota harus jeli menangkap peluang ini supaya para wisatawan yang berada di area Magelang, Jawa Tengah itu masuk ke area Solo.

“Tergantung trik penjualan wisata di Kota Solo. Melalui agen-agen travel yang dimiliki pastinya bisa menjual dan menarik wisatawan. Kami yakin, Solo-Jogja sudah terhubung dengan kereta komuter dan sejumlah bangunan hotel jadi dari sisi infrastruktur sudah terpenuhi,” jelasnya.

Disinggung dana promosi wisata yang dikeluarkan oleh negara, Lokot mengaku memang sangatlah banyak sekitar Rp 4 triliun dari total anggaran yang disediakan yakni Rp 5,4 triliun. Meski begitu, dirinya yakin jika turis asing datang dan tertarik ke Indonesia maka akan lebih berpengaruh besar bagi perekonomian dan devisa negara.

“Nilai tersebut tidak sebanding dengan yang dikeluarkan negara lain. Negara lain bisa tiga hingga empat kali lipat dibanding biaya promosi negara kita,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge