0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rukyatul Hilal di Observatorium Assalam Gagal Melihat Hilal

dok.timlo.bet/putra kurniawan
Rukyatul hilal di Observatorium Assalam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo (dok.timlo.bet/putra kurniawan)

Sukoharjo — Rukyatul Hillal di Obeservatorium Pondok Pesantren Assalam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo gagal melihat hilal dikarenakan tertutup awan mendung. Hasil ini langsung dilaporkan ke kementerian agama untuk menjadi salah satu rujukan menentukan awal puasa.

“Dari jam lima sore tadi ketika matahari masih tinggi, semua perukyah sudah kita upayakan untk mengamati posisi bulan. Hanya saja langit sedikit berawan di ufuk barat dan ketinggian hilal di bawah lima derajat sehingga kita gagal melihat hilal,” kata Pengasuh Astronomi Assalam, AR Sugeng Riyadi, Minggu (5/6).

Selain dikarenakan faktor cuaca yang mendung, di ufuk barat tepat tenggelamnya matahari posisi hilal tertutup gunung. Namun  berdasarakan perhitungan astronomi, seharusnya hilal atau bulan sabit sudah bisa terlihat karena sudah lebih dari dua derajat.

Meskipun di Kabupaten Sukoharjo hilal tidak terlihat, masih ada 32 wilayah di Indonesia yang melakukan rukyatul hilal. Dan dari jumlah itu sebagian besar sudah bisa melihat hilal dalam posisi empat derajat lebih dari ufuk barat, sehingga besok Senin (6/6) ditetapkan sebagai awal puasa.

“Hasil rukyatul hilal ini kami laporkan ke Kementerian Agama untuk menjadi bahan dalam sidang isbat,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge