0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Industri Rumput Laut Diharapkan Mampu Meningkatkan Daya Saing

rumput laut
rumput laut ()

Timlo.net — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong produksi rumput laut olahan dalam negeri guna mendongkrak nilai tambah rumput laut mentah dan juga diperuntukkan bagi peningkatan ekspor.

Menteri Perindustrian, Saleh Husein mengatakan, pengolahan rumput laut telah menjadi salah satu industri prioritas bersama industri makanan olahan lainnya. Hal ini tak lepas dari potensi Indonesia sebagai produsen rumput laut terbesar di dunia dengan produksi mencapai 240.000 ton per tahun pada tahun 2014.

“Utilisasi terus kita maksimalkan agar produksi meningkat dan pendapatan pengolah serta petani daya rumput laut lebih baik. Begitu juga dengan ekspor mengingat nilai ekspor produk rumput laut olahan pada 2015 sebesar USD 45,2 juta (Rp 610 Miliar),” kata Saleh Husin, Sabtu (4/6).

Nilai ekspor itu, lanjut Saleh, terdiri dari penjualan keluar negeri itu sebesar USD 35,1 Juta karagenan (senyawa yang diekstraksi dari rumput laut) dan USD 10,1 Juta agar-agar, sedangkan nilai impornya sebesar USD 4,5 Juta terdiri dari USD 4,2 Juta karagenan dan USD 300 ribu agar-agar.

“Peningkatan kemampuan hilirisasi industri berbasis rumput laut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri secara nasional sebagai penggerak perekonomian,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, pada tahun 2015 Kementerian Perindustrian memberikan bantuan mesin peralatan aneka olahan rumput laut salah satunya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Diharapkan, fasilitas tersebut mampu memberi nilai tambah yang signifikan.

“Tujuannya agar meningkatkan nilai tambah dari pengolahan rumput laut kering menjadi produk makanan siap konsumsi,” tukasnya.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge