0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy Janjikan Perangkat Gamelan untuk Kelurahan

timlo.net/heru murdhani
Pembukaan acara Konser Gamelan Akbar 2016 (timlo.net/heru murdhani)

Solo — WaliKota Solo didaulat untuk membuka acara Konser Gamelan Akbar 2016. Dalam sambutannya mengatakan ingin agar tumbuh bibit-bibit komposer baru dari gelaran yang menginjak tahun ketiga ini.

“Komposer-komposer muda harus bisa lahir dari acara seperti ini. Untuk mereka yang belum berkesempatan tampil di panggung, harus banyak belajar dan lebih mengasah kemampuan untuk bisa lebih kreatif dan inovatif, sehingga bisa tampil di ajang bergengsi ini,” kata FX Hadi Rudyatmo.

Dikatakan dalam dua tahun terakhir memang pemerintah Kota baru bisa menyediakan 10 perangkat gamelan bagi 10 kelurahan, namun hal ini merupakan upaya yang baik untuk pelestarian gamelan itu sendiri.

“Tahun ini dianggaran perubahan, jika diperbolehkan kita akan ajukan lagi untuk membeli beberapa set gamelan yang akan kita berikan ke kelurahan. Sehingga Kota Solo bisa moncer lewat gamelan,” kata dia yang disambut tepuk tangan para penonton.

Dia juga menyoroti tentang keberadaan SMK Negeri 8 Solo atau yang biasa dikenal dengan sebutan SMKI, sebagai garda depan penjaga budaya tradisi. Rudy meminta siswa-siswi untuk tidak berkecil hati, karena pemerintah selalu berkomitmen untuk memajukan kesenian berbasis tradisi. Hal ini perlu dilakukan supaya tradisi leluhur tidak tergerus dengan budaya dari luar.

“Solo punya SMKI, Solo punya ISI, karenanya ketika saya bertemu dengan menteri pendidikan, saya sampaikan untuk bisa memberikan suport kepada calon penerus budaya tradisi ini,” katanya.

Sementara ketua pelaksana Konser Gamelan Akbar 2016, Begog D Winarso mengaku senang dengan perhelatan ini. Sebab hal ini bisa menjaga keberlangsungan gamelan, sebagai kontribusi bagi khasanah musik dunia.

Begog juga menyebutkan, Kota Solo dianggap sebagai Kota Mekahnya Gamelan. Hal ini terlihat dari banyaknya minat masyarakat dari luar negeri yang ingin belajar tentang gamelan.

Mengenai pandangan tentang Gamelan, salah satu komposer Gondrong Gunarto mengaku ada perbedaan sikap antara masyarakat Amerika dan Indonesia. Di amerika, diceritakan ada 50 negara bagian, dimana ada 42 negara bagian yang memiliki Gamelan. Tak hanya disitu, di setiap negara bagian ada sekitar 20 grup karawitan yang aktif dalam konser-konser.

“Pengelolanya (Gamelan) orang Jawa juga. Jadi kadang merasa bangga karena Gamelan bisa mendunia, tapi juga sedih lantaran di tempat asalnya Gamelan ditinggalkan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge