0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tradisi Padusan Ditandai Siraman Mas Mbak

Ritual siraman mas mba oleh Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat menandai dibukanya tradisi padusan di Pengging,Banyudono (foto: Nanin)

Boyolali – Tradisi padusan di Umbul Tirto Marto, Pengging, Banyudono, dibuka dengan upacara siraman mas mbak Boyolali di Umbul Ngabeyan, Sabtu (4/6). Tradisi padusan bakal digelar selama dua hari, dengan target pengunjung 4.500 orang.

Siraman Mas Mbak Boyolali dilakukan Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat dan Forum Muspida. Sebelumnya digelar kirab kesenian dari Kecamatan Banyudono menuju ke Umbul Tirto Marto yang berjarak 2 kilometer. Tradisi padusan sendiri telah lama digelar sejak jaman Wali Songo.

Kepala Disparbud Boyolali, Mulyono Santoso mengungkapkan, selama ini padusan digelar di Umbul Tirto Marto, dimana dulunya sering digunakan keluarga Keraton dan abdi dalem untuk siram atau ritual mandi menjelang bulan puasa.

“Tujuannya untuk mensucikan diri dan hati sebelum menjalankan ibadah puasa,” kata Mulyono ditemui usai upacara siraman.

Selain itu, pengunjung sendiri merasa mendapatkan berkah bila melakukan padusan di Pengging. Untuk Umbul Tirto Marto sendiri, terdapat tiga umbul yang digunakan untuk padusan. Yaitu Umbul Ngabeyan, Umbul Nganten dan Umbul Dudo.

“Harapan kita dengan adanya padusan ini bisa mendongkrak wisawatan untuk datang ke Boyolali,” tambah Mulyono.

Di sisi lain, Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat, mengatakan padusan berarti mandi. Dimana mandi dalam rangka mensucikan diri menjelang puasa. Disebutkan juga, tradisi padusan ini sendiri hanya ada di daerah sekitar Solo dan Yogyakarta.

“Mensucikan lahir dan batin sebelum puasa, itu makna sesungguhnya dari padusan,” ujarnya.

Selain di Umbul Tirto Marto Pengging, tradisi padusan juga digelar di Umbul Tlatar Boyolali Kota dan Umbul Tirto Mulyo, Sawit.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge