0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gondrong Gunarto, Komposer Gamelan Ngepop

foto: Heru
Gondrong Gunarto (foto: Heru)

Solo – Komposer Gamelan, Gondrong Gunarto bakal unjuk kebolehan dalam Konser Gamelan Akbar 2016, Sabtu (4/6). Gunarto akan menyajikan lima komposisi gamelan yang cenderung berada di luar pakem gamelan.

“Kalau orang bilang komposisi gamelan saya adalah gamelan ngepop. Jadi sudah pasti diluar pakem,” ungkap Seniman yang lahir di Ngawi, Jawa Timur 42 tahun silam tersebut.

Perjalanan kesenian Gunarto dimulai sejak kanak-kanak. Dirinya dipaksa terbiasa dengan gamelan, baik secara bunyi maupun memainkan langsung beberapa ricikan gamelan yang diajarkan oleh ayahnya, Gondo Guno Suroso yang seorang Dalang.

“Saya merasa terteror waktu itu dengan gamelan,” ucap Gunarto sambil terkekeh.

Untuk lebih memupuk kemampuan bermusiknya, Gunarto merantau ke Kota Bengawan dan masuk ke Sekolah Tinggi Karawitan Indonesia (SMKI) atau yang sekarang bernama SMK Negeri 8 Solo. Sepanjang bersekolah dirinya berproses dengan beberapa kelompok Gamelan di Solo.

Tamat dari SMKI, Gunarto melanjutkan perjalanan studynya ke Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) yang sekarang menjadi ISI Solo. Di kampus ini dirinya bertemu dengan sosok-sosok yang berpengaruh dalam musik Gunarto. Sebut saja Alm Wayan Sadra, Rahayu Supanggah, dan lainnya. Bersama Wayan Sadra, Gunarto mendirikan kelompok Sono Seni Ensembel, sebagai musisi sekaligus komposer, pada medio 1990.

Gunarto juga mulai mengenal projek penciptaan musik yang melibatkan bentuk atau jenis musik yang Beraneka ragam. Pengalaman ini mengantarkan Gondrong ke dalam dunia penciptaan musik baru. ia pun mulai menyusun banyak karya yang dimainkan pada forum-forum musik dunia, seperti Jerman, Jepang, Belanda, Singapura, Spanyol, Amerika Serikat, Malaysia, Serbia.

Sebagai komposer, Gunarto telah melahirkan album ”Pancal Mubal Tangan Ngapal” (2003), “The Work” (2005), dan “Dhukka” (2013). Pada November 2007, beberapa karya pendeknya direkam oleh Rahayu Supanggah untuk ilustrasi film Taiwan The Tour to Paradise sutradara Andy Lee.

Kumpulan komposisi musik dalam album “Dukkha”, dipentaskan pada Januari 2013 sebagai Tugas Akhir untuk menuntaskan capaian pendidikan doktoralnya pada program studi Penciptaan Sen di ISI Surakarta. Pada Oktober 2013, bersama kelompok bentukannya Gondrong Gunarto Gamelan, diundang dalam Festival Gamelan Sedunia di Malaysia.

“Beberapa yang saya tampilkan nanti sudah direkam dalam album saya, misalnya karya Panca Indera, Kembang Kempis, dan Bujang Ganong,” ungkap pria yang pada awal tahun 2016, diundang sebagai visiting composser and gamelan director untuk Riset and Teaching, Asian Studies Program Southeast Asian Studies (SEATRIP) Department of Music Unversity of California Riverside UCR – Amerika Serikat.

Mengenai pandangan tentang Gamelan, Gunarto mengaku ada perbedaan sikap antara masyarakat Amerika dan Indonesia. Di amerika, diceritakan ada 50 negara bagian, dimana ada 42 negara bagian yang memiliki Gamelan. Tak hanya disitu, di setiap negara bagian ada sekitar 20 grup karawitan yang aktif dalam konser-konser.

“Pengelolanya (Gamelan) orang Jawa juga. Jadi kadang merasa bangga karena Gamelan bisa mendunia, tapi juga sedih lantaran di tempat asalnya Gamelan ditinggalkan,” katanya.

Dalam konser kali ini Gunarto juga akan menggandeng seniman tari Putut Wirastuti dan komposer gamelan lain yakni Yeni Arama. Seperti diketahui, Yeni Arama adalah penyaji di Konser Gamelan Akbar 2015.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge