0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Napak Tilas Refleksi Perjalanan Ki Ageng Pandan Arang

Salah satu adegan napak tilas Ki Ageng Pandan Arang, cikal bakal Boyolali di Kali Gede, Kridanggo, Kota (foto: Nanin)

Boyolali – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke-169, digelar napak tilas cikal bakal Boyolali. Event ini digelar di Kali Gede, Kridanggo, dalam bentuk teaterikal oleh Kelompok Institute Ketholeng, Jumat (3/6) malam tadi.

Napak tilas cikal bakal Boyolali, berawal dari perjalanan Ki Ageng Pandan Arang, bupati Semarang abad XVI, yang mendapat tugas dari Sunan Kalijaga. Ki Ageng Pandan Arang ini diminta melakukan syiar agama islam di Gunung Jabalkat, Tembayat, Klaten. Saat perjalanan sampai di Kali Gede (sekarang Kampung Sumber Lerak, Siswodipuran, Boyolali) Ki Ageng beristirahat di atas batu sambil menunggu istri dan anaknya yang ketinggalan jauh.

“Baya wis lali wong iki (apa sudah lupa orang ini),” ucap Ki Ageng Pandan Arang.

Dari kata Baya wi lali itulah menjadi nama Boyolali dan terkenal hingga sekarang. Selain teaterikal yang mengisahkan perjalanan KI Ageng Pandan Arang, juga diselipi keberhasilan pembangunan Boyolali. Mulai dari keberhasilan dalam bidang pendidikan hingga pro investasi.

“Harapan kita masyarakat Boyolali jangan sampai melupakan sejarah,” kata Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat.

Antusias warga yang melihat napak tilas Ki Ageng Pandan Arang sangat besar, terbukti mereka rela melihat di sepanjang pinggir Kali Gede. Napak tilas ini setiap tahun selalu digelar menjelang hari jadi Kabupaten Boyolali.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge