0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wow, Anggaran Wisata Indonesia Telan Biaya Rp 5,4 T

Anggota Komisi X DPR RI, Dr HA Mujib Rohmad (kanan) dan Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementrian Pariwisata, Lokot Ahmad Enda dalam seminar nasional Pengelolaan Destinasi Wisata Budaya Berbasis Kawasan Cagar Budaya. (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Tahun 2016 ini, pemerintah menganggarkan total anggaran sekitar Rp 5,4 Triliun. Sebagian besar, dana yang diambil dari Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) tersebut digunakan untuk biaya promosi mencapai Rp 3,5 Triliun.

“Indonesia ini kurang dikenal di dunia luar, maka dari itu saat ini pemerintah sedang getol untuk mempromosikan wisata Indonesia ke mata dunia,” terang Anggota Komisi X DPR RI, Dr HA Mujib Rohmad dalam Seminar Nasional Pengelolaan Destinasi Wisata Budaya Berbasis Kawasan Cagar Budaya, di Sala View Hotel, Jumat (3/6).

Menurut politisi dari Partai Golkar ini, dengan pengeluaran sebesar itu target Indonesia untuk menggaet wisatawan dari luar negeri ke Indonesia mencapai 12 juta pengunjung. Jumlah tersebut ditargetkan akan terus meningkat hingga tahun 2019 mendatang mencapai 20 juta wisatawan mancanegara.

Meski begitu, kata Mujib, saat ini Indonesia bersaing ketat dengan negara-negara Asia lainnya, seperti Malaysia, Filiphina dan China. Mereka juga berlomba-lomba dalam bidang destinasi wisata untuk menggaet wisatawan asing dari Eropa. Tak hanya mengeksplorasi dibidang keindahan alam semata, namun telah merambah pada budaya dan wisata religi.

“Posisi Indonesia memang bersaing ketat dengan negara lain. Indonesia dikenal dengan wisata Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau. Tapi, masih mengandalkan eksplorasi alam. Masih belum merambah ke budaya maupun ziarah,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementrian Pariwisata, Lokot Ahmad Enda mengatakan, keberhasilan sebuah pariwisata ditunjang dari berbagai faktor. Mulai dari kepopuleran, infrastruktur, jalur penerbangan. Jika ketiga faktor ini dapat dicapai, maka secara cepat sebuah destinasi wisata akan didatangi oleh wisatawan asing.

“Selain membangung branding diluar negeri, kami juga mengajak pemerintah daerah untuk menyiapkan destinasi wisata unggulan yang terintegrasi dengan kemudahan menuju akses wisata,” terang Lokot.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge