0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jamu Persip, Kemenangan Jadi Harga Mati Persis

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Skuad Persis berlatih di Manahan (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Laskar Sambernyawa Persis Solo akan kembali mencoba peruntungan berikutnya demi meraih kemenangan pertama kalinya di ISC B 2016 Grup 3. Kesempatan itu adalah saat menjamu Persip Pekalongan di Stadion Manahan, Sabtu (4/6) sore.

Kemenangan menjadi harga mati bagi Persis, setelah dalam empat laga selalu berakhir dengan kegagalan. Dua poin dari empat pertandingan, tentu bukan prestasi bagus bagi tim yang tahun 2014 lalu melaju ke babak 8 besar Divisi Utama.

Persis tak kurang-kurang untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama paska kekalahan di kandang sendiri dari PSCS Cilacap akhir pekan lalu. Praktis laga kontra Persip besok sore, akan menjadi pembuktian sekaligus membayar kegagalan di empat pertandingan sebelumnya.

“Porsi latihan hari ini adalah finishing, membongkar pertahanan lawan, setelah kemarin mempelajari pertahanan. Saya minta anak-anak kembali bermain lepas tanpa beban, namun tetap fokus untuk memburu gol dan mengalahkan Pekalongan,” ujar pelatih Persis, Widyantoro, Jumat (3/6) siang.

“Para pemain sudah melupakan kekalahan dari Cilacap dan besok siap membuktikan diri. Seluruh persiapan, strategi sudah diberikan saat latihan, dan pemain sendiri yang akan menunjukkannya besok. Mudah-mudahan besok menjadi harinya Persis,” imbuh Widyantoro.

Pria yang akrab disapa Wiwid ini juga meminta anak asuhnya untuk mewaspadai dua kunci permainan Persip Pekalongan. Satu gelandang sayap kanan, dan striker utama mereka yakni Nur Coyo. “Saya sempat melihat rekaman video proses gol-gol Pekalongan. Kuncinya ada di Nur Coyo dan sayap kanannya. Bola selalu di antara dua titik itu,” tandas Wiwid.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge