0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Office Boy Gasak Brankas Berisi Emas Buat Beli Motor

merdeka.com
Ilustrasi Pencurian (merdeka.com)

Timlo.net — Sepasang kekasih nekat melakukan pencurian di Apartemen Mansion, Ancol, Jakarta Utara. Mereka berinisial AS (28) dan kekasih wanitanya LS (19). Kasubdit Ranmor Kanit VI, AKBP Andi Adanan mengatakan, korban pencurian adalah sorang penghuni apartemen. Pelaku AS berprofesi sebagai office boy di apartemen itu.

“Laki-laki OB yang ada di rumah korban. Pada saat korban lengah, pelaku bersama pacarnya masuk ke tempat korban dan mengambil brankas berisi Rp 20 juta dan emas batangan,” katanya di Polda Metro Jaya, Kamis (2/6).

Dalam kejadian tersebut, korban yang identitasnya dirahasiakan mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta. AS telah bekerja di apartemen tersebut selama 3 tahun lamanya.

“Uang hasil curian digunakan untuk membayar kos-kosan, belanja, kompor gas dan lain-lain,” ujarnya.

Andi menerangkan, pelaku mengambil mengambil kesempatan tersebut ketika korban tidak berada di lokasi.

“Kemudian ketika korban tidak berada di apartemen tersebut tersangka AS bersama-sama dengan LS datang ke unit apartemen korban mencuri barang-barang milik korban,” katanya.

Kedua tersangka masuk ke dalam unit apartemen dengan menggunakan kunci yang sudah dipercayakan dan diberikan oleh korban. Setelah masuk korban menggasak brankas berisi uang dan emas batangan.

”Untuk barang-barang yang diambil pelaku adalah satu unit Laptop merk Sony warna hitam, satu buah brankas yang berisi uang tunai Rp 20 juta berikut perhiasan berupa emas batangan dan perhiasan beserta surat-surat perhiasannya yang diperkirakan senilai Rp 200 juta,” bebernya.

Dari hasil kejahatannya, pelaku telah menghabiskan uang tersebut untuk membeli berupa perhiasan, satu unit kompor gas, dan beberapa potong pakaian yang dibeli menggunakan uang hasil kejahatan, dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 warna merah.

“Mereka berdua terjerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tandasnya.

Sementara itu, Penyidik Unit IV Resmob Polda Metro Jaya Bripka Aris Budi mengatakan, pelaku membawa brankas menggunakan tas.

“Brankasnya itu kecil, paling ukuran 10 x 15, tingginya 5cm. Dimasukan ke dalam tas, dan dia bilang (pelaku) bukanya pakai martil. Brankasnya dijual ke pemulung Rp 30.000. Dia nekat katanya masalah ekonomi,” katanya.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge