0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Naik Dango, Event Andalan Masyarakat Perbatasan

blog.goindonesia.com
Gawai Dayak Naik Dango (blog.goindonesia.com)

Timlo.net – Event budaya Pekan Gawai Naik Dango digelar 3-4 Juni 2016 di Sambas, Kalimantan Barat. Ritual seperti ini sangat mendukung program pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata setempat.

Acara ini akan diisi dengan pertunjukan kesenian, lomba permainan tradisional, lomba kesenian daerah dan pameran. Selain sebagai sarana pemersatu masyarakat Dayak, upacara Naik Dango juga menjadi andalan dan sarana meningkatkan pariwisata di Sambas.

“Ritual seperti ini sangat mendukung program pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata berdasarkan budaya,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, kemarin.

”Ini seperti ritual pemersatu. Dewan Adat Dayak Sambas punya kebiasaan kumpul bersama dengan Dewan Adat Dayak di Serawak di ritual ini. Sering menggelar lomba gasing, menombak, dan menyumpit secara bersama-sama. Dengan kesamaan budaya ini, Dayak Serawak bisa lebih sering ke Indonesia,” tambah Pitana.

Malaysia memang pasar pariwisata yang sangat seksi bagi Indonesia. Selain letak geografis yang berdekatan, budaya di wilayah perbatasan juga sangat dekat dengan budaya Indonesia.

“Yang tak kalah pentingnya, Indonesia bisa dikunjungi dengan biaya berlibur yang tidak mahal. Dan masyarakat Dayak di Serawak juga bisa mendapatkan beragam tujuan destinasi yang indah,” papar Pitana.

Di Festival Wonderful Indonesia nanti, mobil Malaysia akan diberi akses masuk ke Indonesia saat pekan Gawai. Mobil-mobil Malaysia itu nantinya akan diberi stiker khusus. Bahkan jika diperlukan, panitia lokal akan menyiapkan shuttle bus dari pos lintas batas menuju lokasi acara.

”Kami akan memberikan hiburan kepada masyarakat setempat dan wisatawan mancanegara khususnya kawasan Malaysia dengan konser musik dangdut, tarian tradisional Dayak, Melayu, Jawa dan Tionghoa hingga bazaar produk lokal dan kuliner,” jelas Pitana.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge