0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Terkena Proyek Skybridge Hanya Bisa Pasrah

Slamet (kiri) bersama dengan perangkat kelurahan menunjukkan lokasi titik yang akan dijadikan penempatan pancang tiang Skybridge (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Warga di kawasan terdampak pembangunan pancang tiang Skybridge di Kawasan Kampung Cinderejo Kidul RT 04/ RW 09 Gilingan, Banjarsari hanya bisa pasrah. Pasalnya, sebagian lahan yang ditempati warga merupakan lahan sengketa milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kalau milik saya terkena dua kamar untuk penempatan pancang tiang Skybridge. Kamar bagian depan berukuran 3×4 meter dan bagian belakang 3×3 meter,” terang salah seorang warga, Slamet SR (55).

Sedianya, kamar yang terkena proyek jembatan penghubung Terminal Tirtonadi dengan Stasiun Balapan ini akan digunakan untuk tempat kos. Namun, beberapa tahun lalu Slamet mendengar bahwa tempat kos yang dimiliki terkena proyek tersebut.

“Jadi tidak saya teruskan pembangunan kamar kosnya,” kata Slamet.

Terkait ganti rugi tanah yang dimiliki, Slamet mengaku, lahan yang dia miliki masih menjadi sengketa dengan pihak PT KAI lantaran berada di kawasan rel. Meski begitu, dirinya meminta supaya pelaksana proyek memberikan ganti rugi sepadan nilai bangunan yang telah dia keluarkan.

“Saya cuma memanfaatkan untuk dibuat kos,” terangnya.

Pantauan di lapangan, pelaksana harian dari PT Karsa Bayu Bangun Perkasa mulai melakukan pemetaan tiang pancang disejumlah titik yang akan digunakan. Tiang pancang ini rencananya akan diletakkan diatas jalan dikawasan Kampung Cinderejo, Gilingan. Lokasinya berada di Jalan Tagore, Jalan Setia Budi, Jalan Jalan, Jalan Kutilang IV dan langsung ke Stasiun Balapan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge