0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejam, Bocah 9 Tahun Disiksa Ayah Kandung dan Ibu Tiri

merdeka.com
Korban penganiayaan ayah kandung dan ibu tiri. (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang anak berinisial D (9) disiksa ayah kandung dan ibu tirinya. Akibat perlakuan kasar kedua pelaku, Ismail dan Fitrianti, kondisi D sungguh mengenaskan.

Terdapat banyak bekas luka pukulan di kepala, tangan, dan punggung. Nampak juga luka lebam di sekujur tubuhnya dan badannya kurus.

Kondisi D yang duduk di bangku kelas III sekolah dasar itu baru diketahui setelah ibu kandungnya, Yulianti (29), pulang merantau dari Lampung. Yulianti lantas melaporkan kasus ini ke polisi, dengan harapan kedua pelaku diringkus.

Kepada polisi, Yulianti mengaku mendapat kabar tersebut dari mantan mertuanya, kalau anaknya sedang sakit. Yulianti pun mendatangi rumah mantan suaminya buat menjemput korban.

Setibanya di rumah, Yulianti yang tinggal di Kelurahan Sungai Putat, Kertapati, Palembang, terkejut melihat anaknya berjalan tertatih-tatih sambil menangis dan badannya kurus. Tubuh anaknya juga terdapat banyak bekas luka.

Dari penuturan anaknya, kata Yulianti, dia kerap dipukul dengan besi oleh ayah kandung dan ibu tirinya sejak enam tahun terakhir. Bahkan, dia juga beberapa kali dibanting meski tak berbuat salah.

“Lihat kepala D, bekas luka semua, masih ada yang baru malah. Ini karena dianiaya mantan suami dan istrinya itu,” kata Yulianti saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (2/6).

Yulianti mengakui sejak berpisah dengan suaminya, dia tak pernah bertemu anaknya karena merantau ke Malaysia. Yulianti pun tak bisa menghubungi anaknya lantaran nomor ponsel mantan suaminya selalu berganti.

“Dulu anak saya gemuk, sekarang kurus kering. Pasti tidak dirawat. Saya minta mereka (kedua pelaku) ditangkap. Mereka kejam bikin anak saya begini,” harap Yulianti.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, jika terbukti bersalah, ayah kandung dan ibu tiri D akan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. Penyidik berjanji segera menangkap keduanya buat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Secepatnya kita proses dan ringkus kedua pelaku,” tutup Maruly.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge