0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Narkoba Meningkat, Klaten Perlu Dibentuk BNK

Kepala Kejari Klaten Sugeng Hariadi (paling kanan) menunjukkan barang bukti kasus Narkoba yang hendak dimusnahkan (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kasus Narkoba yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten dari tahun ke tahun semakin meroket. Kejari mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten agar mendirikan lembaga seperti Badan Narkotika Nasional tingkat kabupaten (BNK).

“Banyak sekali yang kita tangani. Kasus Narkoba menjadi prioritas di dalam penegakan hukum. Di Klaten, tren kasus Narkoba cenderung mengalami kenaikan signifikan,” ujar Kepala Kejari Klaten, Sugeng Hariadi, Kamis (2/6).

Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika dan psikotropika berupa sabu, ganja, dan ribuan pil setan, dikatakan, dari Januari 2015 hingga April 2016 banyak kasus pelimpahan Narkoba yang mereka tangani. Tercatat, barang bukti Narkoba 22 perkara tersebut sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) dan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Klaten.

Menurut dia, pemusnahan barang bukti, Kamis (2/6) ini mestinya menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih waspada dan melakukan pencegahan. Pihaknya mendorong segera dibentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK) untuk optimalisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Perlu saya sampakan ini adalah tugas kita bersama untuk mendirikan BNK. Dan Klaten ini adalah daerah antara atau perlintasan dua kota besar, Yogya dan Solo, yang berpotensi menjadi sasaran penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Maka sangat diperlukan BNK di wilayah Klaten,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Klaten, AKP Danang Eko Purwanto yang turut hadir dalam pemusnahan mengatakan, sejak Januari hingga Mei 2016 pihaknya telah mengungkap 25 kasus tindak pidana narkotika dengan 36 tersangka. Sebagian besar tersangka merupakan pemakai.

”Puluhan tersangka itu adalah pemakai dan pengedar. Tapi 80 persen pemakai. Secara kualitas dan kuantitas kasus tahun ini meningkat 20-30 persen dibanding tahun lalu,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge