0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pria Ini Jual Bisnisnya Senilai $2 Milyar, dan Jadi Sopir Uber

Dok: Timlo.net/ TNozz.com
Paul English. (Dok: Timlo.net/ TNozz.com)

Timlo.net—Paul English adalah salah satu pendiri situs tiket online, Kayak. Dia menjual bisnisnya itu senilai $2 milyar pada 2012. Nah sekarang, kadang-kadang dia terlihat bekerja menjadi sopir Uber di kampung halamannya. Kenapa? Apakah Paul bangkrut?

Tahun lalu, saat Paul melihat kalendarnya, 90 persen pertemuan dan kegiatan di luar yang dia miliki biasanya bersama dengan orang-orang yang bekerja di bidang teknologi atau non-profit. Dia menyadari jika ingin memperluas lingkungan pergaulannya. Untuk alasan sederhana inilah dia mulai menjadi sopir Uber, salah satu layanan taksi online di luar negeri. Dia mulai menjadi sopir tepat setelah dia menggelar pesta perayaan Halloween dengan mobil Tesla Model S miliknya.

“Saya pergi menyetir mulai dari tengah malam hingga jam 2 pagi,” katanya.

“Orang-orang berpikir mereka melihat sesuatu yang lucu saat seseorang berpakaian seperti vampir mengendarai mobil,” ujarnya.

Sampai sekarang, Paul masih menjadi sopir Uber selama beberapa jam seminggu di daerah sekitar kampung halamannya di Boston, Amerika Serikat (AS). “Jika ada orang yang bertanya apa pekerjaan saya, saya biasanya berkata jika saya seorang teknisi dan lalu saya bertanya apa yang mereka lakukan. Lebih menarik mendengar apa yang orang lain katakan,” kata Paul.

Paul tidak membawa permen atau minuman mineral di mobilnya. Tapi dia membawa buku tulis dan menulis pengalamannya bersama dengan para penumpangnya. Salah satu penumpang paling berkesan yang pernah dia antar adalah seorang gadis 13 tahun dari China. Gadis itu melihat-lihat beberapa SMA di Boston. Dia berkata jika dia bisa masuk ke salah satu SMA, maka lebih mudah baginya untuk diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kebetulan Paul sendiri adalah salah satu dosen paruh waktu di sekolah itu. Paul menyebutkan hal tersebut pada gadis itu.

“Dia seperti tidak percaya. Dia berkata, ‘Kenapa Anda jadi seorang sopir jika Anda mengajar di MIT?’ Saya berkata jika saya memiliki banyak profesi,” cerita Paul.

Menjadi sopir Uber menolong Paul memahami bagaimana pekerja di bidang layanan umum seperti ini dinilai. Startup terbarunya, Lola, menawarkan layanan asisten pribadi untuk mereka yang berwisata. Pengguna bisa menilai asisten pribadi ini dari angka satu hingga lima. Nilai Paul sebagai sopir Uber sendiri sebesar 4,97. “Karena saya orang yang kompetitif. Saya penasaran: siapa yang tidak memberikan saya nilai 5? Apa hal salah yang saya lakukan?” tanyanya.

Oleh karena itu dia membuat Lola seperti itu. “Saya ingin para agen saya kompetitif. Dinilai dengan sistem rating membuat Anda berkata,’ Saya ingin lebih baik,” katanya.

Paul sendiri sudah memikirkan ide esentrik lainnya. “Ada sebuah bar di samping kantor saya. Saya berbicara dengan pemiliknya tentang kemungkinan saya membantu di bagian belakang setiap Senin. Hal ini akan menjadi cara yang keren untuk mengenal orang-orang baru,” terangnya.

Sumber: Inc.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge