0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Simulasi Penanganan Bencana Model Cluster

Pelatihan penanggulangan bencana (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tingginya tingkat resiko bencana di Wonogiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menggelar simulasi penanggulangan bencana berbasis cluster, Kamis (2/6) siang.

“Indeks rawan resiko bencana untuk Wonogiri sendiri menempati posisi 146 di tingkat nasional dan 22 di tingkat provinsi,” jelas Kepala BPBD Wonogiri Bambang Haryanto.

Menurutnya, ada lima bencana yang sering terjadi di Wonogiri. Seperti bencana kekeringan yang  kerap terjadi di delapan kecamatan, kemudian tanah longsor di 118 desa, puting beliung di 109 desa, banjir di 52 desa, gempa bumi di 82 desa serta potensi tsunami di satu kecamatan yakni Kecamatan Paranggupito.

“Untuk itu ,butuh kesiapsiagaan dan keterampilan mumpuni yang wajib dimiliki relawan,” ujarnya.

Sedang pelatihan penanggulangan bencana yang digelar tersebut bekerjasama dengan BPBD Jateng. Acara itu diikuti ratusan relawan dari forum pengurangan resiko bencana dan beberapa instansi terkait.

Disebutkan, selama ini Wonogiri rentan bencana alam. Pasalnya, kemiringan tanah di Wonogiri mencapai 30 hingga 45 derajat, sehingga potensi tanah longsor sangat tinggi, terutama saat musim penghujan.

“Program pelatihan ini didasarkan pada pemanfaatan sistem lima cluster yang akan ditempatkan di setiap kecamatan, baik itu kaitan dengan data penduduk, evakuasi, logistik, kesehatan dan keamanan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge