0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelik Raih Gelar Doktor ke-7 UMS

Kelik Wardiono ujian promosi doktor di UMS (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo —┬áKelik Wardiono meraih gelar Doktor ke 7 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Paradigma Profetik: Pembaharuan Basis Epistemologi Ilmu Hukum”.

“Paradigma profetik dalam ilmu hukum, tidak hanya berfungsi untuk mengetahui dan menjelaskan hukum yang berlaku terhadap suatu perilaku/peristiwa (hukum) konkrit tertentu, secara apa adanya, akan tetapi juga melakukan kritik dan mengubah fenomena tersebut kearah yang sesuai dengan cita etis profetis,” jelas Kelik Wardiono di depan Majelis Penguji Ujian Promosi Doktor.

Dalam ujian doktornya di Gedung Pascasarjana UMS, Kampus Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (2/6), Kelik mengemukakan, untuk mengetahui dan menjelaskan serta melakukan kritik dan mengubah fenomena hukum yang terjadi, sesuai dengan cita etis profetis, paradigma profetik ilmu hukum, bergerak dari teks ke konteks, yang diawali dengan proses-proses yang bersifat subyektif, lalu ke ranah obyektif dan kembali lagi ke proses-proses yang bersifat subyektif.

Menurut pakar hukum UMS ini, secara metodologis, paradigma profetik ilmu hukum bergerak di antara paradigma moral, paradigma rasional dan paradigma saintisme, yang kemudian dipadukan dengan teori kritis, yang transendental.

Validitas ilmu dalam paradigma profetik ilmu hukum, menurut dosen Fakultas Hukum UMS, merupakan hasil dialektik antara wahyu yang telah melalui proses pemahaman yang sepenuhnya bersifat manusiawi, yaitu wahyu yang berhubungan dengan pola yang bersifat alternatif-saling mendukung dengan realitas empiris dan rasio.

Dengan tereksplorasinya unsur-unsur, asumsi-asumsi dan model basis epistemologi dari paradigma profetik dalam ilmu hukum, menurut Kelik, dapat dijadikan sebagai alternatif, untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu hukum.

Agar paradigma profetik dapat menjadi sebuah bangunan paradigma yang utuh, kata Kelik, perlu dilakukan penelitian-penelitian lanjutan, yang mengambil obyek yang relatif sama, meskipun dengan fokus dan perspektif yang berbeda.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge