0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Elizabeth Sudira, Kerja Keras sejak Dini

foto: David
Elizabeth Sudira (foto: David)

Timlo.net – Bekerja sesuai passion, berhasil mengantarkan Elizabeth Sudira meraih cita-citanya. Perempuan kelahiran Solo, 19 Januari 1991 ini sukses berkecimpung didunia entertainment karena sadar bakat dan potensinya sejak kecil. Bahkan karena ketekunan dan kerja kerasnya tersebut, penyanyi sekaligus master of ceremony (MC) ini berhasil malang melintang keberbagai daerah di Tanah Air.

Gadis muda yang akrab dipanggil Eliz ini mengaku tertarik dengan dunia entertainment karena banyak diwarisi bakat dari orangtua. Bahkan sejak usianya terbilang masih dini atau 11 tahun, sudah didorong untuk menjadi penyiar di salah satu radio.

“Kurang lebih sekitar 12 tahun saya jadi penyiar radio. Bisa dibilang faktor itu juga yang melatarbelakangi, kenapa saya tertarik untuk memilih menekuni dunia jasa hiburan daripada yang lain,” ujar Alumnus Fisip Komunikasi Universitas Sebelas Maret ini kepada TimloMagz.

Eliz bertutur, orangtuanya mendorong untuk menjadi penyiar radio karena selama di sekolah dasar ia cukup aktif mengikuti beragam lomba. Baik geguritan, baca puisi bernyanyi dan lainya. Sehingga saat ada tawaran untuk menjadi penyiar anak di salah satu radio, kesempatan itu tak ingin disia-siakan.

“Karena masih anak-anak, awal jadi penyiar ya cuma disuruh baca teks. Hingga kemudian mulai sedikit-sedikit melakukan improvisasi sendiri dengan cara membuka dan menutup siaran, dan terus berkembang mengisi acara news dan lainnya secara mandiri,” jelasnya.
Karena kepiawaiannya menjadi penyiar radio, Eliz juga mengaku sudah tidak minta uang jajan kepada orangtua sejak SMP. Bahkan semua biaya sekolah, sejak saat itu juga berhasil ia tanggung sendiri dari gaji yang didapatkan melalui siaran.

Kendati rutinitas yang ia lakoni pada saat sekolah itu terbilang sangat padat, namun semua dilakukan dengan senang hati dan penuh semangat. Bahkan saat duduk dibangku sekolah, ia juga selalu mendapatkan peringkat tiga besar di kelasnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Eliz yang juga Putri Solo tahun 2010 ini terus mengasah kemampuannya dalam hal tarik suara dan host. Karena kecakapanya itu, Ia juga dipercaya sebagai Duta Bahasa Nasional pada 2011.

Sebagai seorang duta, ia juga kerap disuruh mengisi berbagai event dan acara pemerintahan. Dari sanalah ia terus menempa kemampuan dan pengalamanya menjadi seorang host profesional. Hingga akhirnya berbagai tawaran menjadi host tak sedikit yang datang.

“Karena sudah lama menjadi penyiar diradio, sehingga saat menjalankan peran sebagai host tidak cukup kesulitan. Bahkan tawaran kerap datang, baik yang berasal dari pemerintahan maupun corporate. Termasuk pada awal 2014 lalu saya juga dipilih untuk menjadi Presenter di Liverpool TV,” ungkapnya.

Saat menekuni profesi sebagai host, Eliz mengaku banyak pengalaman menarik yang tidak bisa dilupakan. Salah satunya adalah saat mengisi di Hotel Accor, saat itu ia dibayar lebih murah dari biasa tapi harus melakukan pekerjaan di luar ekspektasinya.

“Karena bayarannya murah, saya kira hanya diminta sebentar. Tapi ternyata acaranya berlangsung hingga empat jam, termasuk pada acara itu saya tidak hanya diminta untuk menjadi host saja tapi juga mentranslate bahasa inggris,” terangnya.

Awalnya ia sempat merasa kecewa, mengingat beban kerja yang harus dilakukan tidak sebanding dengan bayaran yang didapat. Namun karena sudah komitmen untuk menekuni pekerjaan itu, akhirnya ia pun jalani dengan senang hati, tanpa melihat seberapa besar bayaran yang didapat.

“Hingga akhirnya saat di tengah acara berlangsung, CEO Hotel tersebut meminta untuk berhenti, dan menunjuk bawahanya untuk mencatat identitas saya. Karena ternyata beliau terkesan dengan perform saya. Dan saya juga dipilih untuk menjadi regular MC for Accor Hotels Asia Pasific,” ungkapnya.

Dari sanalah ia semakin percaya, bahwa segala sesuatu jika dilakukan secara serius dan profesional pasti hasilnya akan maksimal. Dari profesinya itu, ia kini juga sudah berkeliling kota, untuk tampil mengisi acara. Seperti di Jakarta, Bogor, Surabaya, Bali dan lainnya.

Tak hanya menjadi penyanyi dan menjadi host, kini ia juga tengah mengembangkan usaha dengan membuat event dan tour consultant. Hal itu karena ia sadar, bahwa bidang yang digelutinya saat ini tidak permanen. Oleh karena itu dengan usaha yang dirintisnya tersebut, diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktualisasi, meskipun kelak harus berada di belakang layar.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge