0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Pengakuan Mengejutkan Para Tersangka Pemerkosa Siswi SD

Tersangka pemerkosa siswi SD menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Enam dari delapan pelaku kasus pemerkosaan siswi SD di Penggaron, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, berhasil dibekuk. Saat ditanya Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait, tersangka mengaku menyesal bahkan sambil menangis.

“Saya menyesal. Saya minta ampun pak! Saya minta ampun! Saya menyesal dan minta ampun!” teriak salah satu tersangka sambil sesenggukan menangis di halaman Mapolresta Semarang, Rabu (1/6).

Selain itu, tersangka mengaku jika mereka membayar uang antara Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu setiap kali menyetubuhi korban PL.

Uang sebesar antara Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu itu diberikan kepada tersangka NM yang menawari keenam tersangka.

“Saya ndak tahu kalau dia orang SD. Saya ndak tahu kalau itu anak kecil. Perempuannya marah-marah. Saya lakukan. Terus saya kasih uang. Saya tinggal pergi,” ungkap salah seorang tersangka.

Arist pun balik bertanya kepada enam tersangka; “Menurut kalian itu salah nggak?”

“Salah pak,” ungkap enam tersangka bersamaan.IQ salah satu tersangka yang masih berumur 16 tahun saat dikonfirmasi merdeka.com mengaku jika dirinya bersama teman-temannya yang lain sudah menyetubuhi korban PL di persawahan sekitar Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang sebanyak dua sampai empat kali.

“Kalau saya dua kali. Teman lainnya ada yang tiga sampai empat kali. Kemudian uangnya Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu saya berikan ke Niam (NM) sekarang buron,” pungkas IQ.

Selain disetubuhi di gubuk sekitar persawahan di Penggaron, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang enam tersangka itu dan dua tersangka lainnya yang masih buron NM dan ZA juga menyetubuhi di rumah NM di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Arist menuturkan, gerombolan pemerkosa atau yang biasa disebut geng rape meresahkan masyarakat. Sebelum kejadian di Semarang, pemerkosaan terhadap anak di bawah umur juga terjadi di Pemalang.

“Ini sedang marak terjadi gang rape atau gerombolan pemerkosa. Setiap saat dan setiap hari terjadi kejahatan seksual di bawah 18 tahun adalah tindak pidana. Ini sebagai bagian dari harus diperangi sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Dia sepakat bahwa pelaku pemerkosaan dijerat dengan pasal berlapis. Baik undang-undang perlindungan anak maupun pasal pidana tindak kejahatan. Bisa dikaitkan juga dengan tambahan hukuman dalam Perppu Perlindungan anak yang baru disahkan Presiden Joko Widodo.

“Minimal 10 tahun atau 20 tahun. Pasal 82 UU Perlindungan anak maksimal 20 tahun jika ditemukan bukti kejahatan. Dalam perpu kejahatan luar biasa. Serta bisa di junto kan dengan hukum pidana bisa dikategorikan perbuatan cabul,” ungkap Arist.

Ke enam tersangka itu adalah; IQ (16), AF (16), RI (18) ketiganya warga Pelamongan Sari lalu WA (36), UP (18), dan LA (19). Kemudian dua orang berinisial NM dan ZA masih dalam upaya pengejaran polisi alias masuk dalam Daftar Pencarian Orang alias DPO. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge