0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disnakan : Harga Daging Sapi dari Pusat Tidak Realistis

Daging merah. (Dok: Timlo.net/ Google Images.)

Solo — Harga daging sapi di Solo dipastikan tidak akan turun hingga Rp 80 Ribu sebagaimana diinstruksikan Presiden Joko Widodo. Bahkan Dinas Peternakan menyebut, harga tersebut tidak realistis mengingat Break Even Poin (BEP) atau titik impas daging sapi jauh di atas angka yang ditetapkan Pemerintah pusat.

“Dari peternak saja, BEP sapi sudah mencapai Rp 90 – 100 Ribu per kilo. Mestinya di tingkat pedagang lebih tinggi lagi,” kata Kepala Dinas Peternakan Kota Solo, Wenny Ekayanti, Rabu (1/5)

Tingginya biaya pemeliharaan sapi lokal menjadi penyebab tingginya harga sapi. Diakuinya, harga daging bisa mencapai Rp 80 Ribu bila ada impor besar-besaran. Namun hal itu justru akan merugikan peternak sapi karena tidak mampu bersaing dengan harga daging sapi impor.

“Solusinya adalah dengan memberi subidi kepada peternak. Kalau tidak, harga pakan dan pemeliharaannya akan tetap tinggi,” terangnya.

Sampai saat ini, Disnakan Solo belum berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penetapan harga daging sapi. Komunikasi terakhir dilakukan dengan Pemerintah Provinsi sebelum adanya penetapan harga dari Presiden.

“Kita sepakati pakai harga lama,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge