0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

LPS Tidak Menjamin Semua Dana Simpanan di Bank

timlo.net/setyo pujis
Direktur Risk Management and Bank Examiner LPS, Sumaryo (kiri) saat menyampaikan materi (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Tingkat kepercayaan nasabah dalam melakukan penyimpanan dana di bank terus mengalami peningkatan, sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi itu seiring dengan kebijakan pemerintah, yang telah membentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2006 silam.

“Posisi 2015 jumlah rekening perbankan ialah sebesar Rp 187 Miliar, atau naik 18 persen dibandingkan 2010. Sedangkan jumlah nominalnya sebesar Rp 4,5 Triliun atau naik 21 persen dibandingkan 2010,” ujar Direktur Risk Management and Bank Examiner LPS, Sumaryo kepada wartawan, Rabu (1/6).

Dikatakan dia, meningkatnya kepercayaan masyarakat tersebut karena ada lembaga penjamin yang dibuat pemerintah, yaitu LPS. Dimana tugasnya adalah menjaga stabilitas perbankan nasional, dengan cara melakukan pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan (PPKSK).

“Krisis ekonomi pada 1998 terjadi chaos, karena tidak ada lembaga yang berwenang untuk mengantisipasi kepanikan masyarakat. Oleh karena itu, pada krisis 2008 kondisinya lebih stabil, salah satunya karena ada peran dari LPS,” jelasnya.

Kendati demikian, Sumaryo menyampaikan tidak semua dana yang disimpan nasabah dibank mendapat jaminan dari LPS. Karena sesuai regulasi yang ada, LPS hanya menjamin dana simpanan maksimal Rp 2 Miliar per nasabah untuk setiap banknya. Sedangkan syarat lainnya adalah tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS serta tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

“Sehingga jika nasabah tidak mematuhi ketentuan itu, LPS tidak berhak untuk melakukan penjaminan,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge