0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan : Penarikan Retribusi Sesuai Regulasi yang Ditetapkan

timlo.net/achmad khalik
Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto (Kiri), Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyamto (Tengah) dan Sekretaris Komisi III DPRD, Maria Sri Sumarni (Kanan) (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Terkait perbedaan data pedagang yang dimiliki Pemkot Solo dengan pengelola paguyuban Sunday Market Manahan, Komisi III DPRD Solo menekankan supaya segera memperbarui database. Ini dilakukan, agar kesamaan data dapat diperoleh dan tidak mengakibatkan kesimpang siuran dan kecurigaan pihak-pihak teretentu.

“Kalau ada beda data kayak gini, mana yang valid. Dari Pemkot menyebut ada 1.500-an pedagang. Sedangkan paguyuban hanya 1.092 pedagang. Mana yang benar?” kata Ketua Komisi III, Honda Hendarto, Rabu (1/6).

Menurut Honda, kevalidan data sangat mempengaruhi hasil akhir Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bakal dipoeroleh. Dari data yang valid itu juga, PAD dapat diperoleh dapat ditetapkan sejak awal. Namun, yang terjadi saat kisaran setoran dalam tiap kali gelaran Sunday Market sebesar Rp 3 juta menjadi pertanyaan besar. Siapa yang menetapkan kisaran tersebut dan bagaimana untuk memenuhi target yang harus dicapai.

Berdasarkan klarifikasi yang digelar selama tiga jam di gedung DPRD Solo tersebut, Honda menarik kesimpulan agar paguyuban tidak main-main dalam mengelola retribusi Sunday Market. Pasalnya, jika terjadi masalah dapat menyeret keranah hukum.

“Tarikan (retribusi-red) yang selama ini dilakukan kan tidak mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan, tapi mendasarkan pada teloransi antar pedagang. Jika nantinya uang setoran kurang setelah dilakukan penarikan, siapa yang mau nomboki. Dan kalau lebih, itu  milik siapa. Maka dari itu, tegakkan aturan yang telah dibuat, jangan main-main. Ini urusannya dengan hukum,” tandas Honda.

Senada, Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto mengatakan seharusnya pedagang melakukan penarikan retribusi berdasar pada regulasi SK Walikota No. 426.2/2013 tentang sewa lahan senilai Rp 2500 per meter persegi. Sehingga, besaran PAD yang didapatkan dengan jumlah pedagang mencapai 1.092 pedagang yang memanfaatkan lahan Stadion Manahan Solo emnjadi jelas. Tidak rancu seperti saat ini.

“Aturannya sudah jelas, jangan buat aturan sendiri. Kalau seperti ini kan jadi rancu,” kata Sugeng.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge