0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bangun Morotai, Jababeka Gandeng Mitra Taiwan

www.pulaumorotaikab.go.id
ilustrasi (www.pulaumorotaikab.go.id)

Timlo.net – Pengembangan kawasan destinasi wisata prioritas di Morotai, Maluku Utara, terus dikebut. Pengembang kawasan tersebut, Morotai Jababeka, menggandeng mitra dari Taiwan untuk membangun kawasan wisata di atas area seluas 1.200 hektare itu.

Tahap awal, Jababeka akan membangun 10.000 rumah dengan sasaran kelas menengah, dan hotel yang terdiri dari 10.000 kamar. Selanjutnya, perusahaan tersebut akan membangun tempat pariwisata dan sekolah. Jababeka siap menggelontorkan dana sekitar Rp 6,8 triliun.

“Morotai punya keunikan, punya kelebihan dari wilayah yang lain. Lokasinya bisa menjangkau dari Australia sampai Jepang. Prediksi kami, Morotai akan berkembang untuk 100 tahun,” ujar advisor pengembang Jababeka Morotai, Basuri T. Purnama, Selasa (31/5).

Secara teknis, Jababeka mengundang investor Taiwan untuk membangun sekolah pariwisata di Moroatai serta melatih karyawan lokal. Selain itu, Jababeka juga ikut mengundang pengusaha-pengusaha Taiwan untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pariwisata bernilai triliunan rupiah ini.

“Nantinya Pulau Morotai bisa dikembangkan menjadi Singapuranya kawasan Timur Indonesia,” tambah Basuri.

Tenaga Ahli bidang Pariwisata Kemenko Maritim dan Sumber Daya Bambang Susanto menyatakan, pariwisata akan dijadikan sebagai core pembangunan utama di Morotai.

“Ada Taiwan, Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok yang sudah menyatakan I will invest. Dari banyaknya tawaran itu maka Bapak Menko (Maritim dan Sumber Daya-red) sedang mengupayakan aturannya biar semuanya berjalan lancar,” ujar Bambang.

Selain potensi bahari, Morotai memiliki potensi sejarah. Tempat ini merupakan titik pertempuran terhebat Perang Dunia II antara Sekutu dengan Jepang. Sehingga di wilayah perairannya, antara lain Pulau Dodola, Pulau Kolorai, dan Mitita menjadi spot diving yang menghadirkan pemandangan bawah air nuansa Perang Dunia II.

“Jepang dan Amerika sebenarnya mengincar Morotai karena mereka ingin mengenang para veteran-veterannya di situ,” terangnya.

Kendati banyak potensi yang melimpah di Morotai, Bambang menyatakan masih ada kendala serius yang tengah dihadapi oleh pemerintah dalam pengembangan itu yakni masalah ketenagakerjaan. Untuk mengatasi masalah itu pihaknya tengah menyiapkan berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menopang industri yang akan dibangun.

Pemerintah juga akan mengembangkan Desa Wisata di Morotai guna menjaga tradisi dan kebudayaan luhur masyarakat setempat.Dari aspek lingkungan juga tengah diperhatikan pemerintah.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge