0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nasib Peternak Sapi Perah Kian Memprihatinkan

Sapi perah (dok.timlo.net/red)

Boyolali — Kesejehteraan peternak sapi perah di Boyolali kian memprihatinkan dan lemah. Padahal di Kabupaten Boyolali sendiri merupakan sentral terbesar susu sapi di Jawa Tengah.

“Prihatin saya dengan kondisi peternak susu sapi dari dulu kesejehteraan mereka tidak semakin membaik,” kata Bupati Boyolali Seno Samudro, Rabu (1/6)

Untuk itu, lanjut Bupati, guna meningkatkan kesejehteraan peternak sapi perah. Pemkab tahun ini bakal merintis pendiriaan PT Persusuan yang dikelola oleh Badan Usaha  Milik Daerah (BUMD).  Keberadaan PT Persusuan ini nantinya bakal menolong peternak dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Terutama berkaitan dengan harga susu.

“Kalau nanti ada PT Persusuan, saya yakin harga susu akan lebih tinggi dibanding saat ini selain itu juga dibayar cash,” tambahnya.

Selain masalah harga, peternak juga terjebak dengan sistim pengepul peternak lokasl juga belum ada perlengkapan untuk menyimpan susu atau old storage agar susu tidak rusak. Padahal keberadaan old storage ini sangat penting sekali karena nantinya produksi susu bisa terjaga lebih lama.

“Kalau tidak disimpan di pedingin kan susu sapi hanya bertahan 8 jam setelah itu basi dan tidak laku dijual,” ujar Bupati.

Salah satu peternak sapi perah, Yadi, warga Gumulan, Kemiri, Mojosongo, mendukung rencana  pemerintah yang akan membangun PT persusuan. Harapanya biar harga susu tetap tinggi dan stabil. Untuk saat ini, susu lebih banyak dijual ke KUD hanya saja untuk pembayaranya baru akan dibayarkan 20 hari kemudian. Untuk harga susu sapi dijual Rp 4.200 hingga Rp 4.300.

“Kalau dijual di luar KUD harganya bisa mencapai Rp 5.000 sampai Rp 5.500 perliternya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge