0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus La Nyalla Ruwet, DPR Kritik Pemerintah

merdeka.com
La Nyalla Mattalati tiba di Kejagung (merdeka.com)

Timlo.net – Semrawutnya kasus dugaan korupsi Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur yang melibatkan La Nyalla Mattalitti mendapat sorotan. Koordinasi antar lembaga negara dinilai lemah, sehingga terjadi perbedaan penafsiran hukum terhadap status tersangka La Nyalla.

“Sebenarnya di pemerintah ini kan dia punya forum, namanya Mahkumjapol, di situ ada Mahkamah Agung, ada Jaksa, ada polisi, ada Kemenkumham. Tapi sayangnya Mahkumjapol ini tidak berperan, saya yakin kalau komunikasi koordinasi atau Mahkumjapol ini efektif, maka hal-hal seperti ini tidak akan terjadi,” kata Anggota Komisi III DPR, Muhammad Nasir Djamil kepada wartawan, Rabu (1/6).

Menurutnya, peran Mahkumjapol menjadi salah satu alternatif dalam menyelesaikan kasus tersebut. Sebab, yang terjadi saat ini adanya ketidakselarasan antara penegak hukum dengan pihak kejaksaan.

“Di satu sisi jaksa ngotot menangkap dan menahan, sementara praperadilan memutuskan bahwa status tersangka dia itu kemudian dibatalkan. Nah agar tidak terjadi kebingungan publik dan kesemrawutan penegakan hukum, maka saya pikir Mahkumjapol itu harus membicarakan soal ini, ada apa, karena di sini ada Mahkamah Agung, jaksa, ada polisi, ada Kemenkumham, maka menjadi penting untuk duduk,” jelas dia.

Untuk itu, pihaknya menyarankan agar antar lembaga dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik. Ini juga untuk mengantisipasi adanya isu semacam politisasi.

“Meskipun memang antar lembaga ini tidak bisa mengintervensi, tapi koordinasi kan bisa. Kenapa, suda 3 kali soalnya, kalau sekali barangkali masih bisa dipahami, ini 3 kali. Ada apa gitu loh. 3 kali diajukan, 3 kali dibatalkan,” ungkapnya.

Bahkan, menurutnya kasus ini baru pertama kalinya terjadi di Indonesia. Sehingga diharapkan kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat, agar ini juga dapat mencegah terjadinya kegaduhan penegakan hukum di Tanah Air.

“Jadi ini mungkin belum pernah ada di Indonesia, baru kasus Nyala ini ada 3 kali dibatalkan oleh hakim, apakah hakim tidak paham, kan itu pertanyaannya, atau jaksanya yang salah, nah ini makanya forum Mahkumjapol ini saya pikir perlu untuk berkomunikasi, berkoordinasi, sehingga kemudian tidak terjadi kegaduhan penegakan hukum di negeri ini, dan kebingungan ada apa, saya pikir itu saran saya,” jelas dia.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge