0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teater Sopo Pentaskan Tiga Buah Repertoar

Salah satu adegan pementasan teater Sopo (ist)

Solo — Teater Sopo Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, pentaskan tiga buah repertoar dalam dua hari, Senin-Selasa (30-31/5). Pentas eksperimental bertajuk bikin-bikin XXII ini dihelat di areal Hutan FISIP UNS.

“Semuanya sutradara baru, kita berproses sebagai ladang pembibitan sutradara di internal teater Sopo sendiri. Selain itu ada naskah yang ditulis oleh anggota kami sendiri, juga untuk memperkaya naskah yang dipentaskan,” ungkap Ketua Teater Sopo, Ivan Dhimas, Selasa (31/5).

Naskah berjudul ‘Biar Ku Tulis Untukmu Sebuah Puisi Jelek yang Lain’ karya Andre Nur Latief dipasang sebagai pembuka pertunjukan di hari pertama. Kisah klise ini menceritakan dua orang tua yang bertemu di sebuah panti jompo. Ternyata keduanya adalah dua orang yang saling memendam cinta pada masa mudanya. Namun kisah cinta mereka tak pernah berhasil lantaran ego masing-masing.

Pertunjukan kedua ditulis oleh Udiyarti dan Indah Permatasari. Berjudul Maea, yang berkisah tentang seorang penari terkenal yang berakhir tragis. Karya ini disutradarai oleh Dimas Prasojo.

Lakon Sayembara Dadapan didapuk menjadi pamungkas pertunjukan. Dalam lakon ini beberapa alumnus teater Sopo turut andil dan berunjuk kebolehan acting bersama adik-adik mereka.

Edisi kali ini, Teater SOPO mengambil tema Ruang Imaji. Pimpinan Produksi Bikin-bikin XXI, Tsani, mengatakan, tema itu dipilih dengan harapan agar proses singkat dan padat yang dilalui dapat berjalan tanpa adanya batasan kaku.

“Bikin-bikin XXI merupakan wadah bagi imajinasi tak terbatas dari setiap insan yang terlibat di dalamnya, sehingga tiap individu dalam proses ini dapat meningkatkan kemampuan dirinya melalui proses ini,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge