0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Gizi Buruk, Desa Ini Dirikan Omah Balita

timlo.net/aditya wijaya
Pemerintah Desa Pandes, Wedi, Klaten, luncurkan Omah Balita untuk mengantisipasi gizi buruk (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pemerintah Desa (Pemdes) Pandes, Kecamatan Wedi, meluncurkan program Omah Balita, Selasa (31/5). Program tersebut merupakan pilot project untuk membebaskan balita di Kabupaten Klaten dari gizi buruk.

“Ide Omah Balita berangkat dari kader-kader, pemerintah desa dan stake holder di Pandes yang berkomitmen untuk pembebasan gizi buruk. Pasalnya disini ada Baby Cafe yakni suatu kegiatan cerdas dari para kader untuk pemberian makanan tanaman pendamping ASI di usia bayi umur 6 bulan hingga 1 tahun yang memenuhi 4 bintang atau 4 komponen gizi,” ujar Kepala Desa (Kades) Pandes, Heru Purnomo, Selasa (31/5).

Diterangkan, para kader Omah Balita akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Mulai dari pendampingan kepada ibu saat hamil, IMD (Inisiasi Menyusui Dini), ASI Eksklusif, hingga PMBA (pemberian makanan bayi dan anak).

Para kader akan membidik warga yang memiliki balita gizi kurang atau sudah mengarah ke gizi buruk. Mereka akan memberikan pendampingan, konseling, dan rujukan bagi balita yang bermasalah dengan kesehatan

“Selain itu Omah Balita juga terintegrasi dengan kelompok wanita tani untuk mensuplai kebutuhan akan sayuran dan kebun gizi yang dikelola pokja 3 PKK Pandes, serta PKD (Pos Kesehatan Desa) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang juga satu lokasi di kantor desa. Paska peluncuran, para kader akan melakukan screening pada balita yang dalam dua kali penimbangan tidak naik sebagai antisipasi gizi buruk,” terang Heru.

Sementara itu, Staff Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ronny Roekminto, mengapresiasi keberadaan Omah Balita untuk mengentaskan balita dari gizi buruk.

“Angka gizi buruk masih terjadi. Di Omah Balita ada 11 kegiatan yang terintegrasi sehingga sekeluarnya balita yang beresiko gizi buruk dari Omah Balita dapat diatasi. Omah Balita juga akan mendata administrasi balita yang beresiko gizi buruk,” ujar Ronny.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge