0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Perangkat Desa Ternyata Belum Punya Jaminan Kesehatan

Logo BPJS Kesehatan (dok.timlo.net/ist)

Klaten — Ribuan perangkat desa (perdes) di Klaten belum memiliki jaminan kesehatan. Padahal, premi ke Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditanggung oleh Alokasi Dana Desa (ADD) 2016.

“Sampai saat ini baru 93 desa daftarkan ke BPJS Kesehatan. Yang lain kami imbau segera mendaftarkan,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Klaten Herlambang Jaka Santosa, Selasa (31/5).

Dijelaskan, total jumlah perdes dari 391 desa sebanyak 2.737 orang. Dari 93 desa tersebut ada 494 perdes yang terdaftar BPJS berupa fasilitas kesehatan (faskes) kelas II. Adapun preminya sebesar 3 persen dari penghasilan tetap (siltap) perdes dan 2 persen dari ADD. Sementara siltap perdes masuk dalam ADD 2016 sebesar Rp 126.445.071.000, sedangkan Dana Desa Rp 243.866.425.000.

Pihaknya juga mencatat, sudah ada 340 desa yang mencairkan ADD dan 167 desa yang mencairkan Dana Desa hingga pekan terakhir Mei. Bagi desa yang telah mencairkan ADD diimbau untuk segera mendaftarkan jaminan kesehatan perdesnya. Pasalnya, fasilitas tersebut diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang penggunaan ADD dan Dana Desa 2016.

“Kalau nanti enggak punya jaminan (kesehatan) bengok-bengok (teriak-teriak) lagi. Sudah diberikan jaminan tapi enggak segera mendaftar. Kami imbau segera mendaftar, sehingga kalau sudah ada yag menanggung (jaminan kesehatan) kami harapkan produktivitas kinerja perdes meningkat,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Klaten, Indra Martyas W menerangkan, syarat pendaftaran jaminan kesehatan perdes mencakup formulir registrasi, slip gaji PPNPN, fotocopy KTP, kartu keluarga (KK), foto, dan Surat Keputusan (SK) perdes.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge