0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nekat Buka, Toko Berjejaring Bodok bakal Ditindak Tegas

dok.timlo.net/aditya wijaya
Toko modern berjejaring di dekat Pasar Hewan Plembon, Klaten yang berganti nama menjadi Teratai (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten akan menindak tegas toko modern berjejaring yang tidak mengantongi izin alias bodong. Meski dengan cara mengubah papan nama, pihaknya tak segan untuk menutup toko berjejaring bodong tersebut.

“Kalau hanya sekedar ganti nama tapi tidak berizin, ya kita tidak segan untuk menutup paksa kembali jika sampai nekat buka,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Penegakkan Perda Satpol PP Klaten, Sugeng Santoso, Selasa (31/5).

Menurut dia, jika toko modern berjejaring, apalagi yang sudah disegel berganti nama mestinya perizinannya menyesuaikan. Apakah tetap sebagai toko modern atau toko kelontong biasa.

”Kalau ganti nama berarti kan tidak berjejaring. Tapi kalau masih nekat buka sebagai toko modern dan tidak punya izin, ya tetap kita ditindak sesuai perda. Karena ada aturan jelas di perda termasuk jarak toko dengan pasar tradisional,” tandasnya.

Dari penelusuran Timlo.net, toko modern berjejaring di tepi Jalan Jogja-Solo, tepatnya di dekat pasar hewan Plembon, Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara berganti nama menjadi Teratai. Kemudian di seberang jalan Bank Klaten atau sebelah barat Kantor Pajak, menjadi Lily, di depan Monumen Juang 45 Klaten menjadi Tulip, dan di sebelah barat Markas Kodim menjadi Bougenville. Kendati berganti papan nama, tapi masih meninggalkan identitas garis warna merah, biru, dan kuning.

Dijelaskan Sugeng, keempat toko berganti nama jenis-jenis bunga tersebut belum mengurus proses perizinan ke Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (KPMPT) Klaten. Adapun yang sedang mengurus perizinan yakni toko di Jalan Jogja-Solo Desa Jombor Kecamatan Ceper dan satu toko di bypass Desa Merbung Kecamatan Klaten Selatan.

”Kami selalu memantau karena dilibatkan saat (proses) perizinan. Jadi izin gangguan HO, lingkungan, kami juga masuk di tim. Jadi kami pegang datanya, kalau ada yang beroperasi tanpa izin ya kami cekel (tangkap) lagi,” jelas Sugeng.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge