0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ilmuwan Prediksikan Lokalisasi Robot Seks di Amsterdam

Dok: Timlo.net/ Mirror.co.uk
Robot cantik Jia Jia. (Dok: Timlo.net/ Mirror.co.uk)

Timlo.net—Para ahli berkata jika prostitusi robot seks hanya hadir dan keberadaannya akan menolong melawan perdagangan manusia dan penyebaran penyakit kelamin. Menurut sebuah artikel di jurnal akademis, lokalisasi biasa akan diganti pada 2050 dengan lokalisasi robot.

Ian Yeoman, seorang ilmuwan futorology dan Michelle Mars, ahli seksologi di University of Wellington, menulis artikel berjudul “Robots, Men and Sex Tourism”. Dalam artikel itu, mereka menggambarkan lokalisasi Amsterdam, Belanda pada 2050. Gambaran ini dibuat berdasarkan Yub-Yum, yang ditutup pada 2008 tapi pernah dianggap sebagai salah satu lokalisasi paling ekslusif di Amsterdam.

“Yub-Yum modern dan germelapan dengan 100 wanita muda berambut pirang dan coklat memamerkan diri dengan pakaian dalam eksotik. Biaya masuk $10.000 untuk semua layanan. Klub itu menawarkan berbagai layanan mulai dari pijat, tarian hingga hubungan intim. Yub-Yum adalah lokalisasi unik yang dilegalkan oleh dewan kota, dengan pekerja android dan bukan manusia,” tulis artikel itu.

Yeoman dan Mars menjelaskan kemunculan lokalisasi modern ini karena adanya pembicaraan perdagangan manusia dalam industri dewasa ini pada 2040. Mereka juga memprediksikan bertambahnya masalah dengan kemunculan penyakit menular seksual yang tidak bisa disembuhkan khususnya HIV, yang akan bermutasi dan kebal terhadap vaksin.

Yub-Yum digambarkan akan memiliki robot dari berbagai etnisitas, bentuk tubuh, usia dan bahasa. Tapi yang paling populer, kata mereka, adalah robot Android Rusia tinggi berambut pirang ‘Irina’. Robot ini menjadi pilihan favorit para pebisnis dari Timur Tengah.

“Para turis yang menggunakan layanan Yub-Yum dijamin mengalami pengalaman yang menakjubkan dan menyenangkan, semua android diprogram untuk melakukan setiap layanan dan memuaskan setiap hasrat. Semua android dibuat dari serat anti bakteri dan dibersihkan dari cairan manusia sehingga tidak ada penyakit menular yang disebarkan di antara para pelanggan,” tambah artikel itu.

Kedua ilmuwan itu berkata sekalipun lokalisasi ini menolong mengatasi masalah perdagangan manusia dan penyebaran penyakit, tapi pekerja lokalisasi manusia akan kehilangan pekerjaan, tidak bisa berkompetisi dalam hal harga dan kualitas layanan.

Artikel ini muncul di dalam jurnal “Futures”, sebuah jurnal akademis.

Sumber: Mirror.co.uk

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge