0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terancam Banjir Kali Dengkeng, Warga Diminta Waspada

dok.timlo.net/ist
Tumpukan rumpun bambu yang tersangkut di kaki jembatan Modran, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk (dok.timlo.net/ist)

Klaten — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menghimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir. Kewaspadaan itu ditujukan bagi pemukiman yang berada di sepanjang aliran Sungai Dengkeng yang tersebar di lima kecamatan di Klaten.

“Kendati ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) pada bulan Mei sudah masuk musim kemarau, namun di masa pancaroba hujan lebat masih terjadi. Kami minta agar warga terus tingkatkan kewaspadaan,” ujar Operator Pusdalops BPBD Klaten, Arif Fuad Hidayah, mewakili Plt Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Sujarwa, Selasa (31/5).

Berdasarkan asessment tim reaksi cepat (TRC) dan pemerintah desa serta kecamatan, kata dia, hingga pukul 12.00 WIB, genangan air akibat luapan dan jebolnya tanggul Sungai Dengkeng sudah mulai surut. Namun genangan air akibat hujan Senin (30/5) malam itu masih terlihat di delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan.

“Sedikit genangan masih terjadi di Desa Planggu dan Kalikebo, Kecamatan Trucuk, kemudian di Kecamatan Cawas ada di Desa Bawak. Serta di Kecamatan Bayat sedikitnya lima desa, yakni Talang, Wiro, Kebon, Tawangrejo, dan Paseban yang merendam ratusan rumah dengan ketinggian 20-30 cm,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mencatat tanggul Sungai Dengkeng di Dukuh Modran, Desa Talang, Bayat, jebol sepanjang 5 meter dengan ketinggian tiga meter yang merendam rumah dan sawah. Kemudian, talud jalan di Dukuh Tegalan, Desa Planggu, Trucuk, sepanjang 250 meter dan tinggi 2 meter, longsor tergerus aliran air sungai. Akibatnya, jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Trucuk menuju Cawas putus.

“Tanggul longsor juga terjadi di Dukuh Rejosari, Desa Cawas, serta Desa Baran. Sedangkan di Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, sekitar 15 hektar sawah dengan usia padi 2,5 bulan terancam gagal panen akibat roboh dan terendam air. Saat ini debit air di Sungai Dengkeng masih tinggi,” ujar dia.

Disinggung soal kerugian, pihaknya menaksir sekitar Rp 50 juta. BPBD akan melakukan koordinasi penanganan dengan semua pihak agar dampak banjir terkurangi. Selain itu akan dilakukan gotong royong pada Jumat (3/6) mendatang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge