0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kali Dengkeng Jebol, Sembilan Desa Terendam Banjir

dok.timlo.net/ist
Banjir di pemukiman warga Dukuh Kuncen, Desa Cawas, Kecamatan Cawas (dok.timlo.net/ist)

Klaten — Sedikitnya sembilan desa di Kecamatan Bayat, Cawas, dan Trucuk, Kabupaten Klaten terendam banjir akibat jebolnya Kali Dengkeng, Senin (30/5) malam. Namun demikian, hingga Selasa (31/5) siang, banjir sudah berangsur surut.

“Hujan deras sejak pukul 17.00 WIB yang cukup lama sehingga menyebabkan meluapnya aliran Sungai Dengkeng,” kata Operator Pusdalops BPBD Klaten, Arif Fuad Hidayah, mewakili Plt Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Sujarwa.

Diterangkan, banjir menggenangi pemukiman penduduk di enam desa Kecamatan Bayat, diantaranya, Desa Talang, Desa Kebon, Desa Jotangan, Desa Krikilan, Desa Wiro, dan Desa Tawangrejo. Sedangkan di Kecamatan Trucuk menggenangi Desa Kalikebo, dan Planggu, sementara di Kecamatan Cawas menimpa Desa Bawak.

“Tidak ada korban jiwa, tapi ratusan rumah dan prasarana umum terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30-100 centimeter. Kita bergerak cepat dan sudah kita koordinasikan dengan Camat,pemerintahan desa setempat, SAR, dan para relawan,” terang dia.

Sementara itu, Camat Cawas Much Nasir mengatakan, banjir di sebagian wilayahnya dipicu jebolnya tanggul yang berada di sebelah barat Jembatan Modran dan sisi selatan Talang, Bayat. Pihaknya sejak semalam sudah melakukan koordinasi dengan Camat Bayat Edy Purnomo.

“Mengkhawatirkan, karena pemukiman di bawah jembatan ada Desa Cawas. Untuk sekolah tadi sudah saya cek hanya menggenangi SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, sehingga siswa yang melaksanakan ujian kenaikan kelas dipindah ke sekolah induknya yang ke sebelah barat. Sebab ketinggian air tadi pagi sampai lutut,” tutur dia saat dihubungi wartawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge